Beritagosip.com Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa tiga unit pesawat tempur Rafale akan kembali tiba di Indonesia dari Prancis pada pertengahan tahun ini. Kedatangan tersebut menjadi kelanjutan dari program pengadaan pesawat tempur Rafale Indonesia yang telah berjalan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pada tahap awal, tiga unit pesawat tempur Rafale telah lebih dulu tiba pada Januari lalu. Pesawat tersebut telah ditempatkan di wilayah Riau sebagai lokasi operasional awal.
“Tiga unit Rafale bulan Januari lalu sudah tiba dan ditempatkan. Lokasinya berada di Riau, dan kami mengharapkan batch berikutnya akan hadir mungkin pertengahan tahun,” ujar Rico saat dikonfirmasi pada Kamis (26/2).
Ia menambahkan bahwa proses serah terima pesawat direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun ini. Agenda tersebut dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Rico menyampaikan bahwa kedatangan pesawat tempur Rafale akan dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan skema pengadaan yang telah disusun. Setiap batch akan mengikuti jadwal yang telah disepakati bersama pihak produsen.
“Pada saat itu nanti akan ada acara penerimaan yang kemungkinan disiapkan secara terpusat dan diselenggarakan bersama Bapak Presiden. Kita masih menunggu kepastian tanggalnya. Batch-nya masih banyak karena total Rafale berjumlah 42 unit. Batch kedua ini kemungkinan tiga unit lagi, sehingga jumlahnya menjadi enam,” jelasnya.
Indonesia sebelumnya telah menandatangani kontrak pengadaan 42 unit pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.
Untuk termin pertama, Kementerian Pertahanan meneken kontrak dengan Dassault Aviation pada tahun 2022. Kontrak tersebut mencakup pengadaan enam unit pesawat tempur Rafale.
Selanjutnya, kontrak pengadaan tahap kedua ditandatangani pada Agustus 2023 dengan jumlah 18 unit pesawat. Kemudian, tahap ketiga disepakati pada 8 Januari 2023 untuk pengadaan 18 unit tambahan.
Rangkaian pengadaan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara nasional melalui kehadiran pesawat tempur Rafale Indonesia secara bertahap.