Beritagosip.com Seorang pakar politik dan strategi menyatakan bahwa keputusan Amerika Serikat dan sekutunya Israel dalam serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merupakan kesalahan strategis besar. Menurut Harlan Ullman, yang menjabat sebagai ketua Killowen Group dan penasihat di think tank Atlantic Council di Washington DC, tindakan itu justru bisa memperkuat posisi lawan daripada memecahkannya.
Ullman menilai keputusan AS untuk menargetkan Khamenei dalam serangan gabungan dengan Israel mengubah Khamenei menjadi sosok martir yang lebih mudah dikenang. Ia juga mengeluarkan kekhawatiran bahwa kekosongan kepemimpinan yang diharapkan bisa mendorong negosiasi dan perubahan justru dapat berbalik menjadi situasi yang lebih berbahaya. Ia mengungkapkan bahwa jika figur seperti Ali Larijani — ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran — masih hidup, itu dapat menjadi ancaman serius karena kini posisinya semakin diperkuat.
Menurut pakar tersebut, strategi yang digunakan AS seharusnya tidak diharapkan menghasilkan negosiasi serupa dengan apa yang terjadi secara historis pada Venezuela setelah kasus penculikan Presiden Nicolas Maduro, di mana perubahan rezim tidak berjalan seperti yang direncanakan. Ullman berpendapat bahwa “decapitation strike” — upaya untuk melumpuhkan kepemimpinan dengan membunuh pemimpin tertinggi — hanya efektif jika semua pemimpin tersingkirkan, sesuatu yang menurutnya belum terjadi dalam serangan tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan Khamenei dan sejumlah tokoh penting Iran, memicu ketegangan besar di Timur Tengah dan reaksi dari berbagai pihak terkait dampak jangka panjang konflik ini.