Beritagosip.com Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menambah pasukan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil untuk memperkuat operasi militer yang sedang berlangsung di Iran.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menyatakan bahwa personel tambahan akan bergabung dengan ribuan prajurit lintas matra. Pasukan tersebut sebelumnya telah bersiaga di wilayah operasi. Penambahan ini disebut penting untuk menjaga kesinambungan misi.
Selain penguatan personel, Caine menyoroti keterlibatan armada tempur berskala besar. Persenjataan yang telah dikerahkan mencakup dua kapal induk, ratusan jet tempur, serta puluhan pesawat tanker pengisi bahan bakar. Pasokan amunisi juga terus dikirim ke kawasan konflik.
Dalam konferensi pers di Pentagon pada Senin (2/3/2026), Caine menegaskan bahwa serangan AS ke Iran bukan operasi jangka pendek. Operasi ini tidak dirancang selesai dalam waktu singkat.
Ia menyampaikan bahwa tujuan militer yang ditetapkan membutuhkan proses bertahap. Target tersebut berada di bawah kendali Central Command atau Centcom.
Menurut Caine, pencapaian sasaran militer akan memakan waktu. Beberapa tahap bahkan diperkirakan menjadi tantangan berat di lapangan. Ia menilai operasi militer AS di Iran menuntut kesiapan fisik dan mental pasukan.
Di sisi lain, konflik AS Iran telah memakan korban. Empat tentara AS dilaporkan gugur akibat serangan pesawat tak berawak di Kuwait pada Minggu (1/3/2026). Serangan tersebut terjadi setelah AS dan Israel menghantam sejumlah target di wilayah Iran.
Caine menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga menyampaikan simpati kepada personel Kementerian Pertahanan yang terluka selama operasi berlangsung.
Lebih lanjut, Caine memperingatkan kemungkinan adanya korban tambahan di pihak AS. Risiko tersebut dinilai sejalan dengan intensitas konflik yang meningkat. Meski begitu, militer menyatakan akan berupaya menekan kerugian personel semaksimal mungkin.
Keputusan AS tambah pasukan serang Iran turut dibela oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Ia mendukung kebijakan Presiden AS, Donald Trump, terkait operasi militer tersebut.
Menurut Hegseth, langkah ini dianggap perlu demi mencapai tujuan strategis. Operasi tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam konflik AS Iran yang terus berkembang.