Beritagosip.com Mojtaba Khamenei terluka menjadi kabar yang ramai diperbincangkan setelah laporan mengenai serangan AS dan Israel di Iran. Informasi tersebut muncul di tengah situasi keamanan yang memanas akibat bombardir yang berlangsung di negara tersebut.
Kabar mengenai Mojtaba Khamenei terluka disampaikan oleh Yousef Pezeshkian. Ia merupakan anak Presiden Iran Masoud Pezeshkian sekaligus penasihat pemerintah.
Yousef menyebut telah mendengar informasi mengenai kondisi pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Ia kemudian mencoba memastikan kabar tersebut kepada sejumlah pihak yang mengetahui situasi tersebut.
Menurut Yousef, ia menanyakan kondisi Mojtaba kepada beberapa rekannya. Mereka memberikan informasi bahwa kondisi pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tetap baik.
Ia mengatakan telah menerima kabar bahwa Mojtaba memang mengalami luka. Namun, kondisi tersebut tidak mengancam keselamatannya.
Yousef menyampaikan bahwa Mojtaba Khamenei terluka tetapi masih selamat. Ia juga menyebut kondisi pemimpin tersebut tetap sehat.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka dalam peristiwa yang disebut sebagai perang Ramadan. Laporan tersebut tidak memberikan rincian mengenai jenis luka yang dialami.
Media Amerika Serikat juga menyoroti informasi tersebut. Laporan itu mengutip beberapa sumber pejabat Iran mengenai kondisi Mojtaba.
Menurut laporan yang dikutip dari pejabat Iran, Mojtaba mengalami luka pada beberapa bagian tubuh. Salah satu luka disebut berada di bagian kaki.
Sumber yang sama menjelaskan bahwa Mojtaba tetap dalam keadaan sadar. Ia disebut berada di lokasi perlindungan yang dianggap paling aman.
Lokasi tersebut memiliki akses komunikasi yang terbatas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei sebelumnya terpilih sebagai pemimpin tertinggi terbaru Iran. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas setelah serangan AS dan Israel di Iran pada akhir Februari. Peristiwa tersebut memicu perubahan besar dalam kepemimpinan negara itu.
Pemilihan Mojtaba dilakukan melalui pemungutan suara oleh Majelis Ahli. Proses tersebut berlangsung pada awal pekan ini.
Dalam pemilihan tersebut, Mojtaba memperoleh dukungan mayoritas. Ia mendapatkan lebih dari 80 persen suara dari anggota Majelis Ahli.
Beberapa pejabat Iran menilai kepemimpinan Mojtaba membawa harapan baru. Mereka meyakini negara tersebut akan menjadi lebih kuat di bawah kepemimpinannya.
Para pejabat juga menyatakan keyakinan bahwa Iran akan siap menghadapi musuh dengan lebih tegas. Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya ketegangan regional.
Serangan AS dan Israel di Iran disebut bertujuan mengganti rezim pemerintahan negara tersebut. Operasi itu juga menargetkan penghancuran program nuklir dan balistik Iran.
Meski demikian, struktur kepemimpinan ulama di Iran dinilai sangat kuat. Sistem tersebut telah mengakar dalam politik negara itu.
Kondisi tersebut membuat perubahan rezim di Iran menjadi sulit terjadi. Di tengah situasi tersebut, kabar Mojtaba Khamenei terluka tetap menjadi perhatian dalam perkembangan konflik di kawasan.