Beritagosip.com kepolisian Amerika Serikat menangkap pelaku mobil tabrak Gedung Putih setelah sebuah van menabrak barikade keamanan di kawasan tersebut pada Rabu (11/3) pagi waktu setempat.
Juru bicara kepolisian menyampaikan bahwa penangkapan pengemudi van Washington DC dilakukan tidak lama setelah insiden terjadi. Aparat juga memastikan tidak ada korban luka akibat kejadian tersebut.
Dinas Rahasia Amerika Serikat, yang bertanggung jawab atas keamanan Gedung Putih Washington, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Lembaga tersebut menelusuri dugaan insiden kendaraan mencurigakan Gedung Putih.
Dalam pernyataan resmi, Dinas Rahasia menyebut kendaraan yang terlibat termasuk kategori kendaraan mencurigakan Gedung Putih. Pengemudi yang menjadi pelaku mobil tabrak Gedung Putih kini menjalani proses interogasi oleh aparat.
Laporan mengenai peristiwa tersebut diterima kepolisian pada pukul 06.37 pagi waktu setempat. Saat itu, sebuah van menerobos barikade Gedung Putih ditembus di persimpangan Connecticut Avenue dan H Street, Northwest.
Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kompleks Gedung Putih. Insiden barikade Gedung Putih ditembus ini langsung memicu respons pengamanan di sekitar kawasan tersebut.
Setelah kejadian berlangsung, aparat menutup beberapa ruas jalan utama di sekitar Gedung Putih. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan dan menjaga keamanan Gedung Putih Washington.
Pergerakan sejumlah pegawai pemerintah menuju kantor mereka juga sempat dihentikan. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari prosedur pengamanan setelah pelaku mobil tabrak Gedung Putih ditangkap.
Dalam beberapa hari terakhir, Washington meningkatkan langkah keamanan. Situasi ini berkaitan dengan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan ke Iran sejak 28 Februari. Teheran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan aset Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
Pertempuran tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Jumlah korban terus bertambah dan telah melampaui 1.300 orang di berbagai wilayah konflik.