Beritagosip.com – Serangan Iran ke sejumlah negara Arab meningkat setelah pidato perdana Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, pada Kamis (12/3). Serangan Iran tersebut melibatkan rudal dan drone yang terpantau melintas di wilayah negara-negara Teluk.
Laporan Al Jazeera menyebutkan, beberapa jam setelah pidato tersebut, rudal dan drone Iran bergerak secara masif di langit kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan puluhan drone Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Riyadh hingga Jumat (13/3) pagi. Salah satu drone dilaporkan mengarah ke ladang minyak Shaybah.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan sirene darurat dan meminta warga segera mencari perlindungan. Peringatan itu muncul setelah drone Iran menyerang tangki bahan bakar minyak di Muharraq. Seruan perlindungan tersebut masih berlaku hingga Jumat pagi.
Militer Kuwait juga melaporkan gelombang serangan rudal dan drone. Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada serta mengikuti instruksi keamanan dari otoritas setempat.
Staf Umum Angkatan Udara Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang mencegat serangan.
Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Pertahanan Kuwait mendeteksi lima rudal serta tujuh drone. Beberapa drone dilaporkan jatuh di area bangunan tempat tinggal dan sekitar Bandara Internasional Kuwait.
Sementara itu, kantor berita Oman menyebut satu pesawat nirawak berhasil ditembak jatuh di atas Kota Khasab. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.
Sebelumnya, Oman juga melaporkan tangki bahan bakar minyak di pelabuhan Salalah rusak akibat serangan drone.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dua rudal balistik, satu rudal jelajah, serta beberapa drone yang diluncurkan dari Iran pada Kamis. Pemerintah Qatar kemudian mengeluarkan peringatan keamanan dan meminta warga tetap berada di dalam ruangan.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyebut pasukannya menghadapi 10 rudal balistik dan 26 drone yang datang dari Iran.
Mojtaba Khamenei menyampaikan pidato publik pertamanya pada Kamis. Pidato tersebut muncul setelah ia ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Pidato Mojtaba disiarkan melalui televisi pemerintah dalam bentuk teks yang dibacakan. Ia tidak muncul secara langsung dalam siaran tersebut.
Mojtaba sebelumnya dilaporkan mengalami luka dalam serangan 28 Februari. Ia disebut mengalami patah tulang pada kaki serta luka robek di bagian wajah.
Dalam pidatonya, Mojtaba menegaskan akan membalas kematian para syahid. Ia juga menyatakan rencana penutupan Selat Hormuz harus terus dilanjutkan.
Ia turut menuntut kompensasi dari Amerika Serikat dan Israel. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, ia mengancam akan menyita serta menghancurkan aset milik kedua negara tersebut.
Selain itu, Mojtaba juga meminta negara-negara Arab menutup pangkalan serta aset militer Amerika Serikat di wilayah mereka agar tidak terkena dampak konflik.