Beritagosip.com Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana lelang minyak Alaska yang mencakup pengeboran minyak dan gas di Cadangan Minyak Nasional Alaska. Kebijakan Donald Trump Alaska ini menandai pertama kalinya proses tersebut digelar sejak 2019 dan langsung menjadi perhatian industri migas Alaska.
Biro Manajemen Lahan dari Departemen Dalam Negeri menawarkan sekitar 600 petak dalam lelang minyak Alaska. Total area yang disediakan mencapai 5,5 juta ekar atau sekitar 2,2 juta hektar. Langkah ini membuka peluang besar bagi perusahaan dalam kegiatan pengeboran minyak dan gas di wilayah strategis tersebut.
Dokumen penawaran dalam lelang minyak Alaska dijadwalkan dibuka melalui siaran langsung di situs resmi lembaga terkait pada pukul 10 pagi waktu Alaska atau 19.00 GMT, Rabu (18/3). Agenda ini menjadi bagian awal dari serangkaian kebijakan Donald Trump Alaska dalam memperluas industri migas Alaska.
Program ini merupakan salah satu dari lima lelang yang diatur dalam undang-undang yang disahkan Donald Trump tahun lalu. Fokus utama kebijakan tersebut adalah meningkatkan produksi domestik melalui pengeboran minyak dan gas, sekaligus melonggarkan pembatasan yang sebelumnya diterapkan pada Cadangan Minyak Nasional Alaska.
Meski peluang terbuka, minat industri migas Alaska dalam beberapa tahun terakhir terlihat menurun. Proyek pengeboran minyak dan gas di wilayah tersebut dinilai berisiko tinggi. Selain itu, proses pengembangan membutuhkan waktu panjang dan investasi besar hingga miliaran dolar.
Kondisi ini terlihat dari minimnya partisipasi dalam lelang sebelumnya, termasuk pada proyek lepas pantai di Cook Inlet yang tidak menarik perhatian pelaku industri. Hal ini menunjukkan tantangan nyata dalam menjalankan lelang minyak Alaska secara optimal.
Cadangan Minyak Nasional Alaska sendiri memiliki luas sekitar 23 juta ekar. Wilayah ini telah ditetapkan sejak 1970-an sebagai pusat eksplorasi guna mengatasi krisis energi. Lelang terakhir pada 2019 berhasil menghimpun dana sebesar US$11,3 juta dari area seluas 1,05 juta ekar.
Dukungan terhadap kebijakan Donald Trump Alaska datang dari pejabat negara bagian dan sejumlah kelompok masyarakat lokal. Mereka menilai industri migas Alaska mampu meningkatkan pendapatan pajak serta membuka lapangan kerja baru melalui pengeboran minyak dan gas.
Namun, kritik juga muncul dari kelompok lingkungan. Mereka menilai aktivitas pengeboran minyak dan gas di Cadangan Minyak Nasional Alaska dapat merusak habitat alami. Spesies seperti beruang kutub dan karibu disebut berpotensi terdampak oleh ekspansi industri migas Alaska.