Beritagosip.com – Darurat energi Filipina resmi ditetapkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr pada Selasa (24/3). Kebijakan Marcos darurat energi ini diambil sebagai respons terhadap konflik Timur Tengah energi yang dinilai mengancam stabilitas pasokan energi Filipina.
Dalam pernyataannya, Marcos darurat energi disebut sebagai langkah menghadapi bahaya yang dianggap segera terjadi terhadap pasokan energi Filipina. Risiko tersebut muncul akibat ketidakpastian pasar global dan potensi lonjakan harga minyak dunia yang terus berfluktuasi.
Sebagai bagian dari kebijakan energi Filipina, pemerintah membentuk komite khusus untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar. Upaya ini mencakup pengawasan terhadap bahan bakar, pangan, obat-obatan, serta produk pertanian agar tetap tersedia.
Melalui perintah eksekutif yang disampaikan kepada media, Marcos menegaskan bahwa konflik Timur Tengah energi telah memicu gangguan rantai pasok global. Kondisi tersebut juga menyebabkan volatilitas tinggi pada harga energi internasional.
Darurat energi Filipina ini memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan terkoordinasi sesuai hukum yang berlaku. Tujuannya adalah menjaga pasokan energi Filipina tetap stabil serta meminimalkan dampaknya terhadap ekonomi domestik.
Status darurat ini akan berlaku selama satu tahun. Dalam periode tersebut, kebijakan energi Filipina memungkinkan pemerintah melakukan pengadaan bahan bakar dan produk minyak bumi secara langsung guna memastikan ketersediaan tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan pembayaran sebagian kontrak di muka jika diperlukan. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pengadaan dan menjaga kesinambungan pasokan energi Filipina.
Menteri Energi Filipina, Sharon Garin, menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar negara saat ini hanya mencukupi sekitar 45 hari berdasarkan tingkat konsumsi. Kondisi ini memperkuat urgensi dari darurat energi Filipina yang telah ditetapkan.
Pemerintah Filipina kini berupaya mengamankan tambahan pasokan energi Filipina dengan menargetkan pembelian sekitar 1 juta barel minyak. Pengadaan ini akan dilakukan dari berbagai negara, baik di kawasan Asia Tenggara maupun di luar wilayah tersebut.
Langkah Marcos darurat energi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi dampak konflik Timur Tengah energi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global yang terus berkembang.