Beritagosip.com Saudi Aramco pangkas pasokan minyak ke Asia untuk bulan kedua berturut-turut pada April 2026. Kebijakan ini memengaruhi pasokan minyak ke Asia di tengah situasi geopolitik yang tidak stabil.
Perusahaan minyak terbesar dunia, Saudi Aramco, mengambil langkah ini setelah gangguan di jalur distribusi utama. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu ketegangan di kawasan.
Situasi tersebut berdampak pada Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute penting dalam perdagangan minyak global. Gangguan di wilayah ini menyebabkan distribusi minyak terganggu.
Sumber yang mengetahui kebijakan ini menyebut Saudi Aramco hanya memasok minyak Arab Light. Jenis minyak tersebut dikirim melalui pelabuhan di Yanbu.
Langkah ini membuat pasokan minyak ke Asia tetap terbatas. Kilang-kilang di kawasan tersebut harus menyesuaikan produksi karena keterbatasan bahan baku.
Dalam pernyataan resmi, Saudi Aramco menegaskan komitmen menjaga pasokan energi. Perusahaan memanfaatkan jalur alternatif melalui Yanbu untuk memastikan distribusi tetap berjalan.
Penyesuaian jadwal pengiriman dilakukan agar sesuai dengan kondisi terbaru. Pelanggan tetap menerima informasi terkait perubahan pengapalan.
Saudi Aramco juga meningkatkan ekspor melalui Yanbu. Langkah ini bertujuan mengimbangi gangguan di Selat Hormuz. Volume pengiriman diperkirakan mencapai tingkat tertinggi pada Maret.
Kilang terbesar China, Sinopec, dijadwalkan memuat sekitar 24 juta barel minyak mentah Saudi dari Yanbu. Pengiriman ini menunjukkan pentingnya jalur alternatif tersebut.
Aktivitas pengapalan sempat terganggu setelah insiden drone di kilang SAMREF milik Saudi Aramco. Gangguan ini menambah tekanan pada distribusi energi.
Data dari perusahaan analitik Kpler menunjukkan ekspor minyak Saudi mencapai 4,35 juta barel per hari pada Maret 2026. Angka ini turun dibandingkan Februari yang mencapai 7,10 juta barel per hari.
Penurunan tersebut menegaskan dampak dari kebijakan Saudi Aramco pangkas pasokan minyak. Kondisi ini turut memengaruhi keseimbangan pasar energi global.