Beritagosip.com Iran memberlakukan kebijakan selektif terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi pusat distribusi energi global. Kebijakan ini muncul di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, yang membuat akses ke jalur tersebut tidak lagi terbuka secara penuh.
Berdasarkan laporan Windward, sejumlah kapal tetap dapat melintas pada 15–16 Maret 2026 melalui jalur yang telah disetujui oleh Iran. Pola ini menunjukkan adanya blokade selektif yang hanya menguntungkan negara tertentu.
Laporan yang dikutip Al Jazeera menyebut beberapa negara telah memperoleh izin khusus dari Iran untuk melintasi jalur tersebut.
Negara yang Diizinkan Lewat Selat Hormuz:
1. Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan bernama Karachi berhasil melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang diizinkan Iran. Kapal tersebut termasuk jenis Aframax dan keluar dari Teluk tanpa hambatan.
2. India
Dua kapal tanker pengangkut LPG asal India dapat melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan tujuan. Hal ini terjadi setelah adanya komunikasi antara pemerintah India dan Iran.
3. Turki
Salah satu kapal Turki memperoleh izin langsung dari otoritas Iran setelah sebelumnya berada di dekat perairan tersebut.
4. China
Iran memberikan jaminan bahwa kapal-kapal China, termasuk tanker energi, diperbolehkan melintas. Meski demikian, dua kapal China sempat menunda keberangkatan tanpa alasan yang dijelaskan, menurut laporan Reuters.
5. Spanyol
Spanyol menjadi satu-satunya negara Eropa yang mendapatkan sinyal izin dari Iran. Hal ini dikonfirmasi melalui pernyataan diplomat Iran yang menyebut Spanyol mematuhi hukum internasional.
Negara lain seperti Prancis dan Italia telah mengajukan permintaan serupa, namun belum memperoleh persetujuan.
6. Malaysia
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa kapal tanker Malaysia telah diizinkan melintas. Pemerintah juga tengah mengupayakan pemulangan awak kapal yang sempat tertahan.
7. Negara Tambahan
Iran juga membuka akses bagi kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh untuk melintasi Selat Hormuz secara aman.
8. Indonesia
Iran memberikan izin kepada dua kapal tanker Indonesia yang sebelumnya tertahan. Kementerian Luar Negeri RI bersama Kedutaan Besar di Teheran aktif melakukan komunikasi hingga memperoleh respons positif.
Juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa perkembangan negosiasi menunjukkan hasil yang menguntungkan bagi Indonesia.