Beritagosip.com Sebanyak 1.256 Dapur MBG Indonesia Timur tidak beroperasi sementara mulai 1 April 2026. Kebijakan ini berlaku pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang belum memenuhi standar sanitasi. Keputusan tersebut memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Indonesia Timur.
Penghentian terjadi karena sejumlah unit belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Selain itu, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah juga belum tersedia pada beberapa dapur. Kondisi ini menyebabkan SPPG dihentikan sementara hingga persyaratan dipenuhi.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Badan Gizi Nasional, Rudi Setiawan, menjelaskan alasan kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa Dapur MBG Indonesia Timur harus memenuhi standar operasional. Standar itu mencakup keamanan pangan dan pengelolaan lingkungan.
Menurutnya, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah menjadi syarat wajib. Kedua dokumen tersebut memastikan makanan aman dan lingkungan tetap terjaga. Kebijakan ini juga mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
BGN sebelumnya memberi waktu bagi seluruh unit untuk melengkapi persyaratan. Namun, hingga batas waktu berakhir, beberapa dapur belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sebagian unit juga belum menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah. Akibatnya, SPPG dihentikan sementara sesuai ketentuan.
Pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala. Setiap Dapur MBG Indonesia Timur yang memenuhi syarat dapat kembali beroperasi. Proses tersebut memerlukan verifikasi ulang dari pihak berwenang.
BGN mendorong seluruh unit yang terkena penghentian untuk segera melakukan perbaikan. Setelah persyaratan lengkap, pengajuan verifikasi dapat dilakukan kembali. Langkah ini bertujuan memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan.