Beritagosip.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah strategis dengan memerintahkan kapal induk nuklir USS George HW Bush dikirim ke Timur Tengah. Keputusan Donald Trump kirim kapal induk tersebut menjadi bagian dari penguatan militer AS dalam menghadapi situasi dengan Iran.
Kapal induk nuklir USS George HW Bush diberangkatkan dari Naval Station Norfolk, Virginia, pada Selasa (31/3). Penugasan ini dilakukan dalam rangka operasi militer yang telah direncanakan oleh Komando Armada Angkatan Laut Amerika Serikat.
Naval Station Norfolk dikenal sebagai lokasi pembangunan kapal induk tersebut. Proyek kapal induk Rp100 triliun itu menelan biaya sekitar 6,2 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp105 triliun. Pembangunan dimulai pada 2003 dan selesai pada 2009.
Menurut laporan yang dikutip dari The Wall Street Journal, kapal induk nuklir USS George HW Bush dikirim ke Timur Tengah sebagai bagian dari penguatan militer AS di kawasan tersebut. Kehadirannya akan memperkuat armada yang sudah ada.
Kapal tersebut dijadwalkan bergabung dengan kelompok tempur USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford. Jika rencana ini berjalan, maka tiga kapal induk AS akan beroperasi bersamaan di kawasan Timur Tengah.
Secara teknis, kapal induk nuklir USS George HW Bush memiliki panjang 1.092 kaki atau sekitar 333 meter. Bobotnya melampaui 100.000 ton dan didukung dua reaktor nuklir. Teknologi tersebut memungkinkan kapal beroperasi lebih dari 20 tahun tanpa pengisian bahan bakar ulang.
Nama kapal ini diambil dari George HW Bush, Presiden Amerika Serikat ke-41 yang juga pernah memimpin badan intelijen. Sebelum menjabat sebagai presiden, ia dikenal sebagai veteran Perang Dunia II.
George HW Bush pernah menerbangkan pesawat Avenger dalam misi militer. Pesawat tersebut ditembak jatuh oleh Jepang pada September 1944 saat menjalankan operasi pengeboman. Ia berhasil selamat dari insiden tersebut.