Beritagosip.com Delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu di Pakistan untuk melanjutkan agenda negosiasi AS Iran terkait gencatan senjata. Pertemuan berlangsung setelah lebih dari satu bulan konflik yang memicu ketegangan regional.
Perundingan akan digelar di Hotel Serena Islamabad. Delegasi Amerika dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersama utusan Timur Tengah Steve Witkoff serta Jared Kushner. Dari pihak Iran, delegasi dipimpin Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Beberapa isu utama diperkirakan menjadi pembahasan berat dalam agenda negosiasi AS Iran. Program nuklir Iran menjadi fokus utama karena menyangkut kepentingan keamanan global. Selain itu, situasi di Selat Hormuz juga dibahas karena perannya dalam jalur distribusi energi dunia.
Konflik di Lebanon turut masuk dalam daftar pembahasan. Ketegangan di wilayah tersebut dinilai berkaitan dengan dinamika yang melibatkan sekutu kedua negara.
Sebelum pertemuan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta semua pihak menghormati gencatan senjata. Seruan itu disampaikan setelah muncul laporan pelanggaran kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan melalui beberapa tindakan. Tuduhan tersebut mencakup serangan sekutu ke Lebanon, masuknya rudal ke wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak pengayaan uranium.
Berikut rangkaian agenda negosiasi AS Iran hari ini:
- Delegasi Iran dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Pakistan pada pagi hari.
- Delegasi Iran kemudian melakukan pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat.
- Pembicaraan resmi akan dimulai jika prasyarat dari pihak Iran diterima oleh Amerika.
Sumber menyebut pembicaraan dapat berlangsung dalam beberapa format, baik secara langsung maupun melalui perantara. Kedua pihak juga berpeluang melakukan pertemuan terpisah dengan pemerintah Pakistan.
Durasi negosiasi diperkirakan berlangsung singkat untuk pertemuan langsung, sekitar dua hingga tiga hari karena faktor keamanan. Namun, Dewan Nasional Tertinggi Iran membuka kemungkinan pembahasan berlanjut hingga 15 hari.
Agenda negosiasi AS Iran menjadi penentu arah stabilitas kawasan. Hasil pembicaraan ini akan memengaruhi kondisi geopolitik serta keamanan jalur energi global.