Beritagosip.com Perdana Menteri baru Hungaria, Peter Magyar, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti perintah Pengadilan Pidana Internasional (ICC) terkait penangkapan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sikap ini menandai perubahan arah kebijakan luar negeri Hungaria yang sebelumnya cenderung menolak keputusan lembaga tersebut.
ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan keterlibatan dalam tindakan yang dikategorikan sebagai genosida di Jalur Gaza. Sebagai negara anggota, Hungaria dinilai memiliki kewajiban hukum untuk menjalankan keputusan tersebut.
Magyar menegaskan bahwa pemerintahannya akan mematuhi aturan internasional yang berlaku. Ia bahkan telah memberikan peringatan bahwa Netanyahu berisiko ditahan jika mengunjungi Hungaria. Pernyataan ini memperkuat posisi negaranya sebagai bagian aktif dari sistem peradilan internasional.
Langkah PM Hungaria tangkap Netanyahu ini berbeda jauh dari kebijakan sebelumnya di bawah kepemimpinan Viktor Orban. Orban dikenal sebagai sekutu dekat Donald Trump serta memiliki hubungan baik dengan Netanyahu. Ia sempat berencana menarik Hungaria dari ICC karena tidak menyetujui surat penangkapan tersebut.
Pada 2 Juni tahun lalu, Hungaria menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang menolak keputusan ICC terkait Netanyahu. Penolakan tersebut mencerminkan sikap politik yang bertentangan dengan mayoritas negara anggota lainnya.
Namun, setelah kemenangan Peter Magyar dalam pemilihan awal April, arah kebijakan mulai berubah. Pemerintahannya kini tengah meninjau ulang keputusan lama dan berencana menghentikan proses keluar dari keanggotaan ICC.
Magyar menekankan bahwa kepatuhan terhadap hukum internasional merupakan prinsip penting. Ia menyatakan bahwa setiap individu yang dicari oleh ICC wajib ditahan jika memasuki wilayah negara anggota.
Keputusan ICC terhadap Netanyahu sebelumnya menuai kritik dari Presiden Amerika Serikat saat itu, Joe Biden. Sementara itu, Donald Trump yang menjadi penerusnya tetap memberikan dukungan penuh kepada Netanyahu di tengah tekanan internasional.
Perubahan kebijakan ini menunjukkan bahwa PM Hungaria tangkap Netanyahu bukan sekadar wacana, tetapi bagian dari komitmen baru terhadap hukum internasional dan posisi Hungaria di panggung global.