Beritagosip.com Pemerintah mulai menyiapkan pengujian teknis terhadap bahan bakar Bobibos sebelum produk tersebut dapat dipasarkan secara luas. Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas, standar, serta keamanan bahan bakar Bobibos bagi masyarakat.
Pengujian akan dilakukan oleh Lemigas dengan fokus pada klasifikasi produk, kesesuaian mutu, dan aspek keselamatan penggunaannya. Proses ini menjadi tahap penting sebelum bahan bakar Bobibos memperoleh izin edar resmi.
Arahan tersebut disampaikan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM setelah kembali mengundang PT Inti Sinergi Formula sebagai produsen Bobibos. Pertemuan tersebut bertujuan mematangkan rencana uji laboratorium yang akan segera dilaksanakan.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menyampaikan bahwa koordinasi ini diperlukan untuk memastikan standardisasi serta klasifikasi produk sebelum digunakan secara luas. Pemerintah masih perlu menentukan apakah bahan bakar Bobibos termasuk kategori Bahan Bakar Nabati atau Bahan Bakar Minyak.
Penetapan kategori tersebut akan berdampak langsung pada spesifikasi teknis, perizinan distribusi, dan jaminan perlindungan konsumen. Oleh karena itu, uji Lemigas menjadi penentu utama dalam proses ini.
Tahapan pengujian akan diawali dengan pengambilan sampel dari tangki penyimpanan menggunakan metode standar internasional ASTM D4057. Selanjutnya, sampel akan melalui serangkaian uji laboratorium guna mengevaluasi kesesuaian komposisi dengan parameter bahan bakar yang berlaku di Indonesia.
Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa bahan bakar Bobibos belum sepenuhnya memenuhi beberapa parameter standar, baik untuk kategori BBM maupun BBN. Temuan ini mendorong Ditjen Migas untuk meminta proses verifikasi dilakukan secara lebih rinci dan menyeluruh.
Seluruh rangkaian pengujian akan dilaksanakan di bawah pengawasan ketat sesuai prosedur resmi. Tujuannya untuk mencegah potensi kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum bagi konsumen apabila terjadi ketidaksesuaian produk.
Pemerintah menegaskan bahwa inovasi bahan bakar alternatif tetap didukung, terutama dalam menghadapi tekanan krisis energi global. Namun, setiap inovasi wajib melewati pembuktian ilmiah dan pengujian formal agar tidak menimbulkan masalah saat digunakan di lapangan.
Pembahasan mengenai bahan bakar Bobibos telah dimulai sejak pertemuan awal pada 14 April 2026. Dalam pertemuan lanjutan, PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas demi memenuhi seluruh kebutuhan teknis selama proses pengujian berlangsung.
Hasil uji Lemigas nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan apakah bahan bakar Bobibos layak dipasarkan sebagai alternatif baru atau masih memerlukan penyempurnaan sebelum digunakan secara massal.