Beritagosip.com — Dedi Mulyadi memberikan tanggapan terkait spanduk besar bertuliskan ‘Shut Up KDM’ yang muncul di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat laga Persib Bandung melawan Arema FC pada Jumat (24/4).
Dedi justru menyampaikan apresiasi atas aksi tersebut. Ia menilai pesan yang disampaikan Bobotoh merupakan bentuk kepedulian terhadap klub agar tetap profesional tanpa campur tangan politik.
Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi menyatakan bahwa spanduk tersebut mencerminkan keinginan suporter agar dirinya tidak terlalu jauh mengomentari Persib. Ia memahami hal itu sebagai upaya menjaga independensi sepak bola.
Spanduk tersebut diduga muncul sebagai bentuk protes terhadap langkah Dedi yang sebelumnya mengumumkan pemberian bonus kepada para pemain Persib. Terkait hal ini, Dedi kemudian menjelaskan kronologi di balik bonus tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa dana bonus sebesar Rp1 miliar berasal dari Maruarar Sirait. Dana itu muncul setelah pertemuan antara dirinya, Maruarar, dan manajemen Persib.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas peluang Persib meraih gelar juara tiga kali berturut-turut. Manajemen klub menyampaikan bahwa target tersebut membutuhkan dukungan besar.
Secara spontan, Maruarar menawarkan bonus untuk pertandingan tandang. Dari tujuh laga, lima di antaranya akan mendapatkan bonus masing-masing Rp1 miliar, sehingga total mencapai Rp5 miliar.
Dedi menegaskan bahwa dirinya telah mengonfirmasi kebijakan tersebut kepada manajemen Persib. Hasilnya, tidak ada aturan yang dilanggar dalam pemberian bonus tersebut.
Meski awalnya diminta untuk tidak mempublikasikan, Dedi memilih bersikap terbuka. Ia menyatakan transparansi penting agar publik mengetahui adanya aliran dana sebagai bentuk dukungan terhadap Persib.
Di akhir pernyataannya, Dedi berharap polemik ini tidak berlanjut. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah performa Persib di lapangan demi meraih gelar juara.