Beritagosip.com Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyampaikan bahwa Jerman desak Iran buka Selat Hormuz dan menghentikan program nuklir dalam percakapan telepon dengan Abbas Araghchi, Minggu (3/5). Langkah ini menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan yang terus berkembang.
Dalam percakapan tersebut, Wadephul menegaskan dukungan terhadap solusi diplomatik. Ia menyatakan bahwa pendekatan damai tetap menjadi prioritas dalam menyelesaikan konflik. Jerman desak Iran buka Selat Hormuz sebagai langkah awal stabilisasi kawasan.
Wadephul juga menyampaikan bahwa Jerman memiliki tujuan yang sejalan dengan Amerika Serikat. Iran diminta untuk melepaskan senjata nuklir secara penuh dan terverifikasi. Selain itu, pembukaan Selat Hormuz dianggap penting bagi stabilitas global.
Dalam beberapa hari terakhir, pejabat Jerman meningkatkan upaya diplomatik. Langkah ini bertujuan meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang terus meningkat.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan kritik terhadap Iran. Ia menilai Iran menunjukkan sikap yang memicu ketegangan dalam proses perundingan dengan Washington.
Amerika Serikat kemudian mengambil langkah strategis. Sebanyak 5.000 pasukan ditarik dari pangkalan militer di Jerman. Selain itu, tarif impor mobil Uni Eropa dinaikkan dari 15 persen menjadi 25 persen.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Uni Eropa belum memenuhi kesepakatan perdagangan. Ia menilai proses yang berjalan belum memberikan hasil sesuai harapan.
Upaya menghentikan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih belum menunjukkan kemajuan signifikan. Gencatan senjata awal April belum menghasilkan solusi jangka panjang.
Trump menyampaikan akan meninjau rencana baru dari Iran. Namun, ia meragukan rencana tersebut akan diterima. Ia juga menilai Iran belum menghadapi konsekuensi yang cukup besar.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memberikan pernyataan tegas. Mereka menyebut Amerika Serikat harus memilih antara operasi yang sulit atau kesepakatan yang tidak menguntungkan.
Merz bersama pemimpin Eropa lainnya menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi. Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global. Jalur ini menjadi rute utama bagi sekitar seperlima distribusi minyak dunia sebelum konflik meningkat.