Beritagosip.com – Sekelompok anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mendesak Departemen Luar Negeri untuk menghentikan sikap bungkam pemerintah AS terkait program nuklir Israel.
Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio, para anggota parlemen menyinggung konflik antara Israel dan Iran sebagai alasan pentingnya transparansi mengenai senjata nuklir Israel.
Menurut Nuclear Threat Initiative, Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak era 1980-an. Namun, negara tersebut tetap tertutup terkait program nuklirnya.
Israel juga belum pernah secara resmi mengakui keberadaan persenjataan nuklir mereka. Pemerintah Amerika Serikat selama ini turut mempertahankan sikap ambigu terkait isu tersebut.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah anggota Demokrat di Kongres mulai mendorong langkah publik demi meningkatkan transparansi.
“Kongres AS memiliki tanggung jawab konstitusional untuk sepenuhnya mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak manapun dalam konflik ini, dan perencanaan serta kontingensi pemerintah untuk skenario itu,” demikian isi surat yang diajukan anggota Demokrat.
Dalam surat tertanggal 4 Mei tersebut, para anggota parlemen juga meminta penjelasan langsung kepada Marco Rubio mengenai kemampuan senjata nuklir Israel, termasuk jumlah hulu ledak dan sistem peluncurnya.
“Apakah Israel saat ini memiliki pengayaan uranium, dan pada tingkat berapa,” lanjut isi surat itu.
Mereka juga mempertanyakan apakah pemerintah AS telah menerima jaminan dari Israel bahwa senjata nuklir tidak akan digunakan dalam konflik.
“Apakah pemerintah telah menerima jaminan dari Israel bahwa senjata nuklir tidak akan digunakan? Apakah ada indikasi bahwa Israel berencana untuk menggunakan atau mengerahkan senjata nuklir selama konflik Iran baru-baru ini atau selama konflik lainnya?”
Dilansir Al Jazeera, sejumlah mantan pejabat AS, informan Israel, dan dokumen intelijen Amerika Serikat selama beberapa dekade telah mengungkap dugaan program nuklir Israel.
Dokumen intelijen menunjukkan bahwa pada 1968, CIA pernah memberi tahu Presiden Lyndon B. Johnson bahwa Israel telah mengembangkan atau memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir.
Nuclear Threat Initiative memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, cadangan plutonium sebanyak 750 hingga 1.110 kilogram, enam kapal selam peluncur nuklir, serta rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan mencapai 4.800 hingga 6.500 kilometer.