Beritagosip.com – Korea Utara meningkatkan langkah pencegahan dan kewaspadaan setelah wabah hantavirus MV Hondius menewaskan tiga penumpang kapal pesiar tersebut.
Media resmi Partai Buruh Korea Utara, Rodong Simnum, pada Senin (11/5), melaporkan bahwa virus strain Andes menyebar di kapal MV Hondius. Media itu menyebut insiden tersebut memicu kekhawatiran di komunitas internasional.
Rodong Simnum turut menyoroti langkah dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC. Menurut laporan itu, CDC mengeluarkan respons darurat level 3 terkait kasus hantavirus dengan mengaktifkan pusat operasi darurat, seperti dikutip dari The Korea Times.
Hantavirus merupakan penyakit pernapasan langka yang biasanya menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi. Virus ini dapat memicu gangguan pernapasan, masalah jantung, hingga demam berdarah.
Surat kabar tersebut juga mengeluarkan sejumlah anjuran kepada warga Korea Utara. Warga diminta mengurangi kontak dengan hewan pengerat, menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja, serta menerapkan kebersihan pribadi untuk menekan risiko infeksi.
Laporan itu kembali mengingatkan publik terhadap kebijakan Korea Utara saat menghadapi pandemi Covid-19 pada periode 2020 hingga 2023. Saat itu, Pyongyang menutup total perbatasan selama beberapa tahun demi menahan penyebaran virus.
Kebijakan penutupan tersebut menghentikan pertukaran ekonomi dengan China dan Rusia sebagai mitra dagang utama Korea Utara. Kondisi itu juga diyakini menjadi salah satu penyebab melemahnya ekonomi negara tersebut.
Kasus hantavirus MV Hondius kembali menjadi perhatian dunia setelah wabah muncul di kapal pesiar mewah itu beberapa waktu lalu.
Kapal pesiar MV Hondius membawa ratusan penumpang dan kru dari berbagai negara saat berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan paparan hantavirus.
Setelah insiden tersebut, penumpang dari 12 negara turun di St. Helena yang berada di Atlantik Selatan, di antara benua Afrika dan Amerika Selatan.
Sekretaris Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan hingga saat ini terdapat lima kasus terkonfirmasi hantavirus dan beberapa kasus suspek, termasuk tiga kematian. Dia juga mengingatkan kemungkinan jumlah kasus terus bertambah.
“Mengingat masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam pekan, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujar Tedros pekan lalu.