Beritagosip.com — Iran menyatakan telah memberikan respons terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari. Dalam tanggapan tersebut, Teheran tetap menolak melepas uranium diperkaya miliknya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pemerintah telah menyerahkan “14 poin” tuntutan melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator konflik.
“Diskusi tentang pengayaan uranium telah berulang kali diangkat selama dua tahun terakhir, tetapi Iran secara konsisten mempertahankan bahwa hal itu tidak memiliki dasar untuk dipertimbangkan kembali,” demikian laporan media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency, mengutip Baghaei, Senin (18/5).
Menurut Baghaei, hak uranium Iran telah diatur dalam perjanjian Non Proliferasi Nuklir atau NPT. Karena itu, Iran menilai hak tersebut tidak membutuhkan validasi dari negara lain.
“Iran akan teguh pada pendirian prinsipilnya di setiap tahap proses tersebut,” ujar Baghaei.
Iran tolak lepas uranium diperkaya juga ditegaskan kembali dalam pernyataan terkait hak asasi manusia dan program nuklir. Baghaei menyebut kedua isu tersebut bukan materi yang bisa dinegosiasikan.
Ia juga membela tuntutan Iran agar Amerika Serikat membayar ganti rugi perang yang dimulai bersama sekutunya, Israel. Menurutnya, konflik tersebut bersifat ilegal dan tidak memiliki dasar yang jelas.
Mengenai potensi konfrontasi militer lanjutan, Baghaei menegaskan Iran siap menghadapi segala kemungkinan.
Pada akhir pekan lalu, Amerika Serikat dilaporkan menyampaikan daftar lima poin tuntutan kepada Iran. Salah satu poin utama meminta Iran hanya mengoperasikan satu fasilitas nuklir dan menyerahkan persediaan uranium diperkaya tingkat tinggi kepada Washington.
Di sisi lain, AS menolak melepaskan bahkan “25 persen” aset Iran yang dibekukan. Washington juga menolak memberikan kompensasi perang sebagaimana permintaan Teheran, seperti dikutip AFP.
Amerika Serikat menegaskan penghentian permusuhan hanya akan dilakukan jika Iran bersedia mengikuti negosiasi perdamaian formal.
Dalam proposal sebelumnya yang dikirim pekan lalu, Iran meminta penghentian perang di seluruh lini, termasuk operasi Israel di Lebanon dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran.
Selain itu, Teheran juga mendesak pencabutan seluruh sanksi Amerika Serikat serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Saat ini, negosiasi AS dan Iran masih terus diupayakan untuk mengakhiri konflik. Kedua pihak bersama mediator sempat menggelar perundingan di Islamabad pada awal April.
Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan. Amerika Serikat tetap menuntut penghentian program nuklir Iran, sedangkan Teheran menolak tuntutan itu mentah-mentah.