Beritagosip.com Pernyataan keras terkait konflik Timur Tengah kembali disampaikan Rusia. Dalam forum Dewan Keamanan PBB, Rusia kritik Israel di Lebanon dan menilai gencatan senjata yang berlaku saat ini hanya menjadi kedok bagi kelanjutan operasi militer Israel di wilayah Lebanon selatan.
Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vassily A. Nebenzia, menyampaikan pandangan tersebut saat rapat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (2/6).
Menurut Nebenzia, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat sejak 17 April tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut telah berubah menjadi kedok yang memungkinkan agresi Israel terhadap Lebanon terus berlangsung.
Nebenzia juga menilai operasi militer Israel di Lebanon memiliki pola yang serupa dengan tindakan yang dilakukan di Jalur Gaza, Palestina. Ia menuding serangan tersebut menyebabkan kerusakan permukiman warga dan memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggal mereka.
Dalam keterangannya, Nebenzia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu meningkatnya perlawanan bersenjata karena sebagian kelompok menganggap cara itu sebagai satu-satunya pilihan untuk menghadapi pendudukan.
Selain itu, ia memperingatkan bahwa keberlanjutan pendudukan di Lebanon dapat meningkatkan ketegangan etnis dan agama yang berbahaya serta membuka peluang terjadinya perang saudara.
Nebenzia juga mengaitkan memburuknya situasi keamanan di Lebanon dengan operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, gencatan senjata Israel Lebanon belum mampu menghentikan aksi militer di lapangan. Israel masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Lebanon meski kesepakatan penghentian konflik telah diumumkan sejak pertengahan April.
Dalam salah satu serangan terbaru yang terjadi di dekat Rumah Sakit Jabal Amel, Tyre, pada Senin (1/6), sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Korban jiwa juga dilaporkan muncul dalam serangan terpisah yang menyasar wilayah Braiqaa, Toul, dan Kfar Sir.
Situasi yang terus memanas akibat invasi Israel ke Lebanon mendorong Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas pelanggaran terhadap gencatan senjata dan perkembangan terbaru konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Pernyataan Rusia kritik Israel di Lebanon menambah tekanan internasional terhadap situasi keamanan yang semakin memburuk dan menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.