Beritagosip.com – Iran menuding Amerika Serikat melakukan pelanggaran terhadap MoU damai yang baru disepakati kedua negara setelah serangan terbaru menghantam wilayahnya pada Jumat (26/6) malam.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan yang menargetkan fasilitas pengawasan di kawasan pesisir sebagai pelanggaran serius terhadap nota kesepahaman yang diteken di Swiss pada pekan lalu.
“Serangan brutal ini, yang menargetkan fasilitas pengawasan pesisir Iran, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri perang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Ketegangan kembali meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa MoU damai yang menjadi dasar penghentian konflik dapat runtuh.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengumumkan telah menyerang sejumlah target milik Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Washington terhadap fasilitas rudal, drone, dan radar milik Iran.
Televisi pemerintah Iran, mengutip laporan dari seorang jurnalis di Kota Sirik, melaporkan ledakan terdengar pada Jumat malam di Dermaga Taheroui.
Media tersebut juga mengutip sumber militer yang menyebut ledakan dipicu oleh hantaman proyektil di kawasan pelabuhan.
Meski demikian, kantor berita Mehr melaporkan bahwa Pelabuhan Sirik tetap beroperasi normal. Tidak ada laporan mengenai kerusakan pada fasilitas maupun peralatan pelabuhan setelah insiden tersebut.
Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan serangan itu merupakan respons atas dugaan serangan drone Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa operasi yang menyasar lokasi penyimpanan rudal, drone, serta radar pesisir Iran dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan yang disebut sebagai agresi terhadap kapal-kapal komersial.
CENTCOM menilai serangan drone Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut merupakan respons tegas terhadap serangan yang terjadi sehari sebelumnya terhadap kapal dagang yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz.
Rangkaian aksi saling serang itu kembali memunculkan tanda tanya mengenai masa depan MoU damai yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada 17 Juni.
Kedua negara kini saling menuding telah melanggar isi kesepakatan yang mencakup penghentian sementara konflik bersenjata.
Sebagai informasi, MoU damai tersebut bukan merupakan kesepakatan final. Dokumen itu dirancang sebagai dasar untuk melanjutkan perundingan, termasuk pembahasan mengenai keamanan dan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia.