Beritagosip.com – Militer Amerika Serikat kembali menggempurkan serangan terhadap Iran dan menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. Komando Pusat AS yang mengurusi kawasan Timur Tengah, Central Command (CENTCOM), menyatakan telah meluncurkan serangan pada Senin pukul 16.45 waktu setempat.
Komando Pusat AS memulai meluncurkan serangan ke Iran di malam ketiga berturut-turut atas perintah Panglima Tertinggi. Militer AS mengeklaim serangan tersebut bertujuan meruntuhkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal sipil dan komersial di Hormuz.
Serangan ini akan terus menimbulkan biaya berat bagi pasukan Iran dan merusak kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil tak bersalah dan serangan ke kapal komersial di Selat Hormuz. Pernyataan resmi ini dipublikasikan melalui akun X milik CENTCOM untuk memperkuat narasi serangan yang dilakukan.
Serangan itu terjadi usai Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat menggempur Iran lagi. Trump menyebut bakal meluncurkan serangan pada Senin (13/7) malam waktu setempat atau keesokan harinya Selasa, menandakan eskalasi signifikan dalam ketegangan di kawasan.
Trump mengumumkan rencana serangan agresif kepada awak media dengan menyatakan: “Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita akan menyerang mereka dengan keras besok.” Trump juga kembali menegaskan serangan-serangan baru itu bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan respons militer di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat mengeklaim AS sebenarnya sudah mencapai kesepakatan dengan Iran dua hari lalu, namun Teheran disebut ingin menegosiasikan terlebih dahulu sebelum menerima perjanjian tersebut. Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan masih mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Dalam beberapa hari terakhir, AS telah meluncurkan serangkaian serangan ke Iran yang intens dan berkelanjutan. Imbas operasi ini belasan orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, menandakan dampak signifikan dari kampanye militer Amerika.
AS dan Iran sebelumnya telah meneken nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian serangan di seluruh front, menghargai kedaulatan masing-masing, hingga pencairan aset Teheran yang dibekukan AS. Namun, AS tercatat melanggar kesepakatan itu dengan melanjutkan serangan militer. Mereka bahkan menggempurkan infrastruktur sipil, sebuah tindakan yang bisa disebut sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.