Beritagosip.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengakui telah melakukan serangan terhadap dua kapal super tanker minyak yang dianggap tidak patuh di Selat Hormuz pada hari Selasa. IRGC menyebut kedua kapal tersebut sebagai kapal yang ‘nakal’ dan telah ‘ditipu oleh Amerika Serikat’ untuk mengambil rute selatan melalui perairan Oman dengan mematikan sistem navigasi mereka.
Menurut keterangan IRGC, kapal tanker tersebut mengabaikan peringatan berulang kali sebelum akhirnya ‘terkena dan dinonaktifkan’. Klaim serangan ini muncul beberapa jam setelah Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa Iran menargetkan dua kapal tanker minyaknya. Hasil serangan menyebabkan setidaknya satu awak kapal berkebangsaan India tewas dan delapan awak kapal lainnya mengalami luka.
Kejadian ini terjadi pada fase baru eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Sebelumnya, Amerika Serikat telah melancarkan serangan baru terhadap Teheran dalam minggu yang sama. UEA, selaku negara kaya minyak dan sekutu utama AS di kawasan, menjadi target operasi Iran ini.
Pernyataan resmi Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran Selat Hormuz di dalam perairan teritorial Oman.
Selain menyerang kapal tanker, IRGC juga mengumumkan telah menargetkan berbagai fasilitas militer lainnya. Target serangan meliputi beberapa gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, dan sebuah bangunan yang menampung pasukan AS di Pangkalan Al Juffair di Bahrain.
IRGC mendeskripsikan serangan rudal dan drone tersebut sebagai bagian dari fase kedua ‘operasi pembalasan’ Iran pada hari yang sama. Operasi ini diberi nama Nasr 2, yang menunjukkan eskalasi signifikan dalam respons Iran terhadap aksi-aksi Amerika Serikat di region Timur Tengah.