Beritagosip.com – Analisis mendalam pertandingan semifinal mengungkapkan bahwa sisi kiri Prancis biang kerok utama dalam kekalahan timnas mereka dengan skor telak 0-2 dari Spanyol. Kegagalan pertahanan di sektor tersebut menjadi batu loncatan bagi La Furia Roja untuk mengeksekusi serangan-serangan berbahaya yang efektif.
Lucas Digne kesalahan fatal terjadi pada menit ke-20 ketika bek Aston Villa tersebut berusaha menyapu bola yang bergerak turun dari crossing Marc Cucurella. Digne tidak melihat pergerakan Lamine Yamal yang mencoba merebut bola di area terlarang, sehingga sepakan Digne justru menjatuhkan pemain Spanyol dan menghasilkan penalti.
Penalti yang diberikan wasit Ivan Barton kemudian berhasil dikonversi oleh Mikel Oyarzabal dengan sempurna untuk membuka gol pertama Spanyol. Kesalahan positioning dan penguasaan situasi yang dilakukan Digne pada momen kritis tersebut menjadi awal dari runtuhnya pertahanan Prancis.
Pada gol kedua, Pedro Porro gol sisi kiri Prancis menunjukkan kegagalan koordinasi defensif yang sistematis. Porro berhasil menguasai bola di sisi kiri dan penetrasi ke area half space tanpa ada pemain Prancis yang mengikuti pergerakannya. Digne, Desire Doue, dan Manu Kone yang berada di sekitar area tersebut tidak mampu mencegah Porro melepaskan tembakan tajam ke gawang.
Ketidakmampuan pertahanan Prancis dalam mengorganisir diri secara defensif menjadi fenomena yang diulang berulang kali sepanjang pertandingan. Setiap kali Spanyol meluncurkan serangan dari sisi kiri, pertahanan Prancis terlihat kacau dan tidak memiliki rencana yang jelas untuk menangkal ancaman.
Pertahanan Prancis lemah sisi kiri juga tercermin pada peluang ketiga ketika Yamal berhasil menerobos masuk ke area pertahanan Prancis dan memasukkan bola ke gawang. Gol tersebut dianulir karena posisi offside, namun menunjukkan konsistensi kelemahan defensif yang sama di sektor yang sama.
Dari perspektif analisis taktik Spanyol vs Prancis, terlihat jelas bahwa pelatih Luis de la Fuente telah mengidentifikasi dan merancang strategi khusus untuk mengeksploitasi kelemahan tersebut. Spanyol secara konsisten mengarahkan serangan melalui sisi kiri Prancis dengan memanfaatkan kecepatan dan teknik dribbling pemain-pemain andalannya.