Beritagosip.com – Lembaga meteorologi nasional melaporkan bahwa lebih dari tujuh puluh persen wilayah nusantara telah memasuki fase musim kemarau berdasarkan data terbaru dari periode akhir bulan sebelumnya. Menurut catatan resmi, sebanyak lima ratus enam belas zona operasional meteorologi dari total enam ratus sembilan puluh sembilan telah mengalami transisi ke musim kering.
Sementara itu, sepuluh persen dari total zona tersebut masih berada dalam fase hujan. Sisanya, sekitar enam belas koma dua persen, merupakan area dengan pola musim campuran yang berubah secara bergantian.
Pusat meteorologi memproyeksikan bahwa puncak intensitas musim kemarau pada bulan Agustus akan mencakup kurang lebih setengah dari luas daratan negara. Wilayah-wilayah seperti bagian tengah Sumatra, mayoritas kepulauan Jawa, pulau Bali, nusa tenggara bagian barat, sebagian dari nusa tenggara timur, mayoritas dari Kalimantan, sebagian Sulawesi, serta pulau Papua diperkirakan akan mengalami puncak musim kering.
Sebagian besar dari wilayah daratan diproyeksikan akan mengalami musim kemarau dengan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan kondisi rata-rata historis. Estimasi menunjukkan bahwa hampir setengah dari luas daratan akan menghadapi periode kemarau dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya.
Periode hujan dengan intensitas tinggi diproyeksikan akan mulai muncul secara bertahap pada dua bulan terakhir tahun ini. Berbagai lokasi di seluruh nusantara telah mengalami periode tanpa curah hujan dengan durasi yang bervariasi, dari yang sangat singkat hingga sangat panjang.
Rekor tertinggi periode tanpa hujan mencapai delapan puluh hari di sebuah pos pengamatan di wilayah Jawa Tengah. Lembaga ini juga memprediksikan bahwa fenomena iklim tertentu akan berlanjut setidaknya hingga seperempat pertama tahun depan, dengan kemungkinan melampaui kategori intensitas yang cukup kuat.