Beritagosip.com – Pemerintah Kerajaan Inggris telah memberikan persetujuan resmi untuk transaksi akuisisi spektakuler yang melibatkan dua perusahaan entertainment terbesar dunia—Paramount Skydance dan Warner Bros. Nilai transaksi mencapai angka yang mengesankan, yaitu US$111 miliar atau sekitar 1,7 triliun rupiah dalam nilai tukar rupiah saat ini.
Keputusan pemberian lampu hijau ini diambil setelah otoritas regulasi di Inggris melakukan kajian komprehensif dan menyimpulkan bahwa penggabungan kedua raksasa industri hiburan tersebut tidak akan melanggar peraturan persaingan usaha yang berlaku, dan juga tidak akan menimbulkan ancaman terhadap kepentingan publik.
Kementerian Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS) dari Inggris secara resmi mengonfirmasi bahwa Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) telah menyelesaikan penyelidikan menyeluruh mereka terhadap kasus ini. Berdasarkan temuan tersebut, mereka sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada isu persaingan ekonomi yang memerlukan intervensi lebih lanjut dari pihak regulator.
Seiring dengan itu, Lisa Nandy, Sekretaris Kebudayaan Inggris, membuat keputusan untuk tidak mengeluarkan apa yang disebut Nota Intervensi Kepentingan Publik. Keputusan ini merupakan langkah final yang memungkinkan transaksi untuk dapat dilanjutkan.
Keputusan tersebut datang setelah Paramount menyerahkan sejumlah jaminan dan komitmen yang bersifat mengikat secara hukum. Komitmen-komitmen ini berkaitan dengan standar penyiaran dan layanan media di wilayah Inggris serta jaminan perlindungan konten di masa depan.
Komitmen legal tersebut mencakup beberapa elemen kunci: pertama, jaminan untuk tetap menjaga keberagaman konten dalam penyiaran dan layanan streaming yang mereka layani; kedua, penjagaan independensi identitas editorial media terkait agar tetap utuh; dan ketiga, perlindungan program-program berita utama di Inggris agar tetap berjalan dengan standar kualitas yang sama.
Merespons keputusan dari badan regulasi Inggris, juru bicara resmi Paramount mengeluarkan pernyataan yang melihat hasil ini sebagai pengalahan bagi kritik yang diarahkan kepada mereka di Amerika Serikat.
“Kesimpulan yang diambil CMA ini semakin membuktikan betapa keliru dan manipulatifnya definisi pasar yang dipakai oleh para Jaksa Agung dari beberapa negara bagian AS dalam gugatan antitrust mereka terhadap kami di California,” kata juru bicara Paramount dengan nada yang puas.
Situasi di Inggris sangat berbeda dengan kondisi yang dihadapi di Amerika Serikat. Di AS, proses merger justru mengalami penundaan berkelanjutan yang tidak menyenangkan bagi Paramount. Hakim pengadilan telah menjadwalkan sidang formal untuk menangani gugatan dugaan kasus monopoli dalam merger Paramount Skydance versus Warner Bros. Discovery (WBD) akan dilaksanakan pada Maret 2027.
Jadwal persidangan tersebut jauh lebih lambat daripada yang awalnya diharapkan oleh Paramount, dan dipandang sebagai langkah tambahan dari pengadilan dalam menghambat proses merger antara kedua raksasa media tersebut.
Menurut laporan dari Variety pada tanggal 4 Agustus, Hakim Araceli Martinez-Olguin mengeluarkan penetapan pengadilan yang menyatakan persidangan akan berlangsung selama durasi 12 hari pengadilan. Jadwal tersebut dimulai pada 2 Maret dan berakhir pada 19 Maret 2027, dengan konferensi persiapan terakhir dijadwalkan pada 24 Februari 2027.
Dalam pengajuan gugatan akhir Juli 2026, Paramount mengemukakan argumen bahwa penundaan merger ini secara aktif merugikan industri kreatif Hollywood, para profesional yang bekerja di dalamnya, serta konsumen yang bisa menikmati manfaat dari gabungan tersebut.
Koalisi 12 negara bagian Amerika, termasuk California dan New York, telah mengajukan gugatan pada 13 Juli dengan tuduhan bahwa akuisisi Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar oleh Paramount akan secara ilegal mengurangi tingkat persaingan di pasar distribusi jaringan penyiaran dasar dan industri bioskop komersial.
Sementara itu, Writers Guild of America (WGA) juga mengajukan gugatan terpisah pada hari berikutnya, mengajukan alasan bahwa merger ini juga akan merugikan pasar kerja bagi para penulis skenario profesional.