Beritagosip.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan sesuatu yang tidak biasa saat menerima kunjungan dari para ilmuwan dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Prabowo secara langsung menguji ketahanan sebuah produk inovasi BRIN yang berbahan baku non-konvensional.
Produk yang menjadi fokus pengujian adalah genteng berteknologi baru yang menggunakan sabut kelapa sebagai bahan baku utama, sangat berbeda dengan genteng konvensional yang selama ini tergantung pada tanah liat sebagai material dasarnya. Inovasi ini merupakan hasil dari riset panjang oleh para ahli BRIN yang berupaya menemukan solusi bahan bangunan alternatif.
Pada saat berkunjung ke berbagai booth yang didirikan para peneliti, Prabowo berhenti di satu booth tertentu untuk melihat lebih dekat inovasi genteng tersebut. Para peneliti di booth itu mengundang Prabowo untuk langsung merasakan kualitas produk dengan cara yang dramatis.
“Silakan bapak lemparkan ke lantai, bapak disilahkan. Apabila diinjak juga, bapak sangat dipersilahkan untuk mencoba,” kata peneliti yang melayani Prabowo dengan ramah namun penuh kepercayaan pada ketahanan produknya.
Tanpa ragu-ragu, Prabowo mengikuti ajakan tersebut. Beliau dengan segera melemparkan genteng itu ke lantai dengan cukup keras. Setelah itu, Prabowo melanjutkan dengan menginjak-injak genteng tersebut berkali-kali untuk benar-benar memastikan daya tahan materialnya. Pengujian impromtu ini menjadi momen yang menarik perhatian di lokasi pameran inovasi.
Pada hari Kamis (6/8) tersebut, sekitar 150 peneliti dan ilmuwan dari BRIN berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dalam acara presentasi inovasi.
Arif Satria, kepala dari BRIN, mengatakan bahwa para peneliti yang hadir akan memaparkan berbagai temuan dan inovasi BRIN yang dirancang khusus untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.
“Kami akan presentasikan secara menyeluruh hasil-hasil riset dari 12 klaster penelitian kami: masalah ketahanan pangan melalui riset pertanian, isu energi terbarukan, riset yang mendukung produk kita untuk kampung nelayan, produk kami untuk program Makan Bergizi Gratis, lalu juga riset penerbangan dan aerospace, riset bahan bakar nuklir, eksplorasi logam tanah jarang yang kritis, riset perumahan dan konstruksi, riset transportasi, hingga riset kesehatan dan farmasi,” papar Arif Satria menjelaskan jangkauan luas penelitian BRIN.