Beritagosip.com – Dalam dinamika persaingan kepemimpinan FIFA yang semakin hangat, Gianni Infantino, yang menjabat sebagai Presiden FIFA, terus menerima dukungan dari berbagai belahan dunia. Kali ini, enam organisasi federasi sepak bola yang berasal dari kawasan Arab telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyuarakan dukungan penuh kepada Infantino.
Dukungan ini muncul di tengah tekanan dan perlawanan yang datang dari tiga konfederasi besar, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, yang telah mengumumkan surat berisi permintaan agar Infantino mundur dari posisinya. Meskipun menghadapi tekanan eksternal ini, Infantino masih terus menerima dukungan dari berbagai negara-negara anggota FIFA.
Enam kepala federasi sepak bola yang berasal dari negara Arab, di antaranya Arab Saudi, Qatar, Lebanon, Maroko, Sudan, Mesir, dan Mauritania, secara bersama-sama menerbitkan pernyataan dukungan tertulis kepada Infantino.
Dalam dokumen pernyataan mereka, keenam federasi tersebut mengungkapkan: “Dengan mengakui pentingnya peranan yang dimainkan sepak bola Arab dalam menciptakan persatuan komunitas dan memperkuat mekanisme kolaborasi di antara berbagai asosiasi sepak bola di seluruh kawasan Arab, kami… menyatakan dukungan total kepada Gianni Infantino, presiden FIFA, dan menegaskan ulang keyakinan kami terhadap kualitas kepemimpinannya serta dedikasi berkelanjutan yang ditunjukkannya dalam rangka meningkatkan kualitas sepak bola pada tingkat global.”
Para pemimpin federasi tersebut berpendapat bahwa langkah-langkah yang telah diambil Infantino selama memimpin organisasi internasional sepak bola telah menghasilkan dampak positif yang nyata bagi perkembangan sepak bola secara menyeluruh, dan karenanya layak untuk menerima dukungan dan pengakuan.
“Kami dengan tulus menghargai upaya yang terus menerus dilakukan oleh Tuan Infantino untuk memajukan permainan sepak bola di tingkat internasional, memperluas akses dan peluang di seluruh wilayah geografis, dan memperkuat fungsi sepak bola sebagai instrumen untuk menyatukan masyarakat dan komunitasnya.”
Pernyataan lanjutan dari keenam federasi tersebut berbunyi: “Kami mengharapkan untuk terus menjalin kolaborasi yang erat dengan Infantino menuju masa depan yang lebih kokoh dan lebih makmur bagi sepak bola dalam skala dunia, dengan memperluas peluang ekonomi dan sosial, serta meningkatkan kontribusi dan peran sepak bola kawasan Arab di panggung internasional.”
Dukungan Dari PSSI dan Blok Arab
Sebelum diumumkan dukungan dari negara-negara Arab tersebut, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) telah lebih dulu berdiri di belakang Infantino dan mengumumkan posisinya.
Organisasi induk sepak bola Indonesia tersebut telah menyuarakan pandangan bahwa Infantino adalah pemimpin yang tepat untuk terus memimpin FIFA dalam periode-periode mendatang.
Konteks Pemilihan FIFA 2027
FIFA akan menyelenggarakan kongres tahunan pada bulan Maret 2027 dengan agenda utama yaitu pemilihan presiden organisasi. Infantino telah memimpin FIFA sejak tahun 2016, dimulai ketika beliau menggantikan Sepp Blatter yang mengambil keputusan untuk mengundurkan diri pada tahun 2015 setelah terlibat dalam berbagai skandal terkait praktik korupsi.
Sejak meraih posisi tersebut, Infantino telah berhasil terpilih kembali melalui dua kali pemilihan, yakni pada kongres tahun 2019 dan 2023. Untuk pemilihan yang akan datang pada tahun 2027, Infantino masih memiliki hak eligibilitas karena periode kepemimpinan awalnya sejak 2016 hingga 2019 belum dihitung sebagai masa penuh.
Berdasarkan peraturan yang ditetapkan FIFA, seorang presiden diperkenankan menjabat dalam jangka maksimal tiga periode berturut-turut atau selama 12 tahun. Ini berarti Infantino masih mempunyai ruang untuk terus memimpin FIFA pada periode berikutnya.
Tantangan dan Kontroversi
Masa depan Infantino di kursi pimpinan FIFA mengalami situasi yang sangat tegang dan penuh dengan tantangan. Salah satu isu yang memicu kontroversi adalah rencana penjualan hak saham-saham Piala Dunia yang pernah direncanakan.
Meskipun proposal mengenai penjualan saham Piala Dunia tersebut akhirnya ditarik kembali dan tidak dilanjutkan, dampak dari rencana tersebut masih terus berpengaruh. Permasalahan ini tidak sepenuhnya tertutup dan justru semakin memicu kritik yang tajam terhadap Infantino, hingga menciptakan tekanan untuk meninggalkan posisinya sebagai presiden FIFA.