Beritagosip.com – Badan Gizi Nasional mengajukan anggaran besar untuk menjaga nutrisi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan Rp240,2 triliun tahun depan. Dana tersebut akan menjangkau 72,4 juta penerima manfaat. Target ambisius mencerminkan komitmen pemerintah terhadap kesehatan generasi muda.
Kepala BGN Sudaryono membahas rencana kerja dan anggaran dalam rapat. Komisi IX DPR RI mendengarkan presentasi detail program MBG 2027. Mas Dar menjelaskan pagu anggaran terbagi dua program utama. Program Pemenuhan Gizi Nasional mendapat alokasi Rp232,88 triliun. Program Dukungan Manajemen mendapat Rp7,33 triliun tambahan.
Efisiensi anggaran sudah dilakukan dalam persiapan proposal ini. Pemerintah berhasil menghemat Rp30 triliun dari komponen Bantuan Pemerintah. Banper MBG turun dari Rp262,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun. Penghematan ini tanpa mengurangi jangkauan program secara signifikan.
Target penerima manfaat MBG 2027 sangat komprehensif dan terukur. Sebanyak 60,6 juta peserta didik akan menerima manfaat program. Peserta didik berasal dari berbagai jenjang pendidikan tanpa terkecuali. PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK semuanya tercakup.
Program MBG juga menjangkau anak-anak dengan kebutuhan khusus. SLB dan pesantren termasuk dalam skop program gizi gratis. Santri di berbagai pesantren akan mendapat manfaat program. Tidak ada satupun kelompok pelajar yang tertinggal dari jangkauan.
Kelompok penerima manfaat kedua fokus pada ibu dan anak kecil. Sebanyak 11,9 juta ibu hamil akan mendapat dukungan nutrisi. Ibu menyusui juga termasuk dalam skop program MBG. Balita kurang dari 5 tahun menjadi prioritas khusus pemerintah.
Sudaryono berharap Komisi IX DPR memberikan persetujuan anggaran. Persetujuan ini penting untuk kelanjutan program MBG optimal. Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan tanpa gangguan. Nutrisi anak-anak dan ibu hamil tidak boleh terganggu.
BGN berkomitmen mengoptimalkan setiap rupiah yang dialokasikan. Sumber daya dikelola untuk jangkauan maksimal ke kelompok sasaran. Ekosistem pendukung program akan diperkuat secara berkelanjutan. Tata kelola, monitoring, dan pengawasan ditingkatkan untuk efisiensi.
Rantai pasok pangan akan diperkuat untuk keandalan program. Pengawasan mutu dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Setiap makanan yang diberikan harus lolos standar kesehatan. Keselamatan penerima manfaat adalah tanggung jawab BGN yang utama.