Beritagosip.com – Aliansi Kolektif Sipil (AKSI) kembali mendorong hak angket ijazah Gibran dengan mendatangi PKB di DPR, Selasa (13/10). Sebelumnya, mereka menemui Golkar dan PKS terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Anggota Komisi II DPR sekaligus perwakilan Fraksi PKB, Muhammad Khozin, mengonfirmasi bahwa PKB menerima aspirasi AKSI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Aspirasi itu berisi usulan hak angket atas putusan Mahkamah Konstitusi soal tidak ditemukannya ijazah SMA atau sederajat Gibran. Ijazah itu dipakai sebagai syarat calon pada Pilpres 2024.
PKB Akan Mengkaji
Khozin didampingi Indrajaya, anggota Komisi II dari PKB. Mereka menerima masukan tertulis dari para tokoh, akademisi, dan NGO. Penerimaan ini tanpa audiensi karena anggota DPR sedang reses di daerah pemilihan. Karena itu, audiensi dan pertemuan pendalaman dijadwalkan ulang.
Setelah menerima surat resmi, PKB akan melakukan pendalaman, kajian, dan kalkulasi, kata Khozin.
Alasan AKSI Usul Hak Angket
Perwakilan AKSI, Ray Rangkuti, menyebut pihaknya meminta PKB menginisiasi hak angket. Alasannya, pertimbangan putusan MK menyebut Gibran tidak memiliki ijazah. “Di MK sudah diuji tidak ditemukan, di luar MK mereka gembar-gembor ada ijazahnya,” kata Ray. Ia menilai DPR bisa memfasilitasi keluarga Gibran untuk menunjukkan ijazah itu.
Efendi Ghozali dari AKSI menambahkan, persoalan ini tak boleh larut di luar. Menurutnya, DPR harus menanggapinya lewat hak angket.
Sebelumnya ke Golkar dan PKS
Pada Senin (12/10), AKSI menemui Ahmad Doli Kurnia dari Fraksi Golkar di Badan Legislasi DPR. Natanael Bremana dari AKSI meminta Golkar menginisiasi sikap DPR menelaah putusan MK lewat hak angket. Doli berjanji menyampaikan masukan itu kepada pimpinan fraksi dan partai, serta mendiskusikannya dengan partai lain.
Juru Bicara PKS, Rangga Kusumo, juga membenarkan pertemuan AKSI di Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin sore.