Beritagosip.com – Langkah Indonesia memakai dry ice karhutla menarik perhatian media internasional. Es kering itu dipakai untuk menangani asap pekat kebakaran hutan dan lahan yang kian parah.
The Guardian menyebut pemerintah menguji pendekatan baru yang “tidak biasa” untuk mengatasi kabut asap. Dry ice adalah karbon dioksida padat, dan teknik ini pertama kali dipakai pada 1940-an untuk memicu pembentukan es di awan.
Pakar: Bukan Solusi Permanen
Profesor peneliti kebakaran hutan di Universitas New South Wales, Rick McRae, menilai manfaatnya terbatas. Menurutnya, metode ini bisa meredakan asap secara lokal untuk sementara. Namun, sistem cuaca terus bergerak dari timur ke barat sehingga asap dari wilayah lain datang lagi. “Situasinya tidak sederhana dan sama sekali bukan solusi permanen,” ucapnya.
Sorotan Media Regional
Channel News Asia (CNA) menyoroti penggunaan 1,5 ton dry ice. Tujuannya menyebarkan asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer agar naik. CNA menegaskan teknik ini berbeda dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang bertujuan mendatangkan hujan. Uji coba perdana digelar di Sumatra Selatan dan akan dievaluasi.
ABC Net melaporkan es kering itu disebar lewat pesawat Cessna di sekitar Palembang. Sementara itu, New Straits Times (NST) menyebut laporan awal mencatat jarak pandang di area penyemaian naik dari sekitar 650 meter menjadi 2.800 meter. Uji coba berlanjut hingga 18 Oktober, lalu hasilnya dievaluasi sebelum diperluas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penerbangan pertama penyemaian dry ice pada Kamis (15/10). Metode ini membantu melabilkan atmosfer sehingga asap yang terperangkap lapisan inversi naik dan menyebar. Dengan begitu, konsentrasinya turun dan jarak pandang membaik.