Beritagosip.com – Prancis dan Inggris untuk pertama kalinya menggelar simulasi nuklir gabungan. Latihan bersandi “Rummy” itu berlangsung Selasa (20/10) di atas Laut Mediterania.
Latihan tersebut melibatkan jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (RAF) bersama pesawat Rafale milik Prancis.
Kementerian Pertahanan kedua negara menegaskan pada Jumat (23/10) bahwa latihan sesuai prosedur keamanan dan tanpa senjata nuklir sungguhan. Tujuannya meningkatkan koordinasi dua kekuatan nuklir Eropa Barat.
Simulasi nuklir ini berlangsung di tengah ketegangan yang masih tinggi antara negara anggota NATO dan Rusia, menyusul perang Ukraina yang telah berjalan empat setengah tahun.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya telah menawarkan perlindungan nuklir kepada sekutu-sekutunya di Eropa. Prancis merupakan satu-satunya kekuatan nuklir di Uni Eropa sejak Brexit.
Perkuat Koordinasi
Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin mengatakan bahwa “memiliki kekuatan nuklir yang mandiri tidak menghalangi dilakukannya koordinasi.”
“(Latihan gabungan dengan Inggris menunjukkan bahwa) kekuatan nuklir kami dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap keamanan menyeluruh,” ucapnya.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyebut latihan ini menandai babak baru hubungan kedua negara soal pertahanan nuklir.
“Latihan ini menunjukkan kedalaman kerja sama kami, kredibilitas penangkal kami, serta tekad kami untuk tetap bersatu dalam menghadapi ancaman yang muncul,” ucapnya.
Lewat akun media sosial X miliknya, Streeting juga menambahkan bahwa latihan gabungan ini merupakan langkah penting dalam kerja sama pertahanan Inggris-Prancis.
“Serta merupakan sinyal jelas bahwa kami berdiri bahu-membahu dengan para sekutu kami dalam hal keamanan Eropa dan upaya penangkalan yang kredibel,” pungkasnya.