Beritagosip.com – Perang siber kini jadi kekhawatiran Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyerukan warganya bersiap menghadapi kemungkinan serangan, menyusul laporan dugaan serangan siber di Eropa, Amerika Serikat, hingga Jepang.
Di hadapan parlemen, Selasa (3/11), Anwar menegaskan ancaman itu tidak boleh dianggap remeh hanya karena lokasinya jauh.
“Jangan berasumsi bahwa ancaman-ancaman ini jauh dari kita. Dewan Keamanan Nasional (MKN) menyarankan kemarin agar saya membuat pernyataan hari ini untuk mengingatkan para anggota parlemen yang terhormat dan masyarakat umum bahwa kita tidak boleh berpikir ancaman ini jauh dari kita, karena apa yang terjadi di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang telah mengejutkan negara-negara tersebut,” kata Anwar, seperti dikutip Malay Mail.
Semua Departemen Dikumpulkan
Malam itu juga pemerintah menggelar rapat seluruh departemen yang dipimpin Sekretaris Utama Pemerintah Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar. Bank Negara Malaysia pun menggelar sesi khusus dengan semua lembaga keuangan.
Anwar menyebut pesatnya perkembangan Malaysia sebagai pusat digital regional justru menaikkan risiko jadi sasaran perang siber. Pemerintahannya menggenjot status negara berpenghasilan tinggi lewat insentif pajak miliaran ringgit yang menarik investor sekelas Google dan Nvidia.
Putrajaya juga akan menggelar pengarahan keamanan nasional tertutup pimpinan MKN untuk semua anggota parlemen dalam beberapa hari ke depan.
“Saya ingin menekankan bahwa atas nama pemerintah, setiap hari, semua lembaga, menteri, dan kementerian diminta terus menjalankan tugas mereka guna memastikan koordinasi yang efektif dan bahwa daerah perkotaan di bawah pengawasan mereka yang sepenuhnya siap,” tegas Anwar.