Beritagosip.com – Netanyahu kian terpojok. Posisi PM petahana Israel itu melemah setelah United Torah Judaism — salah satu partai Yahudi ultra-Ortodoks sekaligus sekutu lama — memutuskan tidak merekomendasikan kandidat mana pun untuk membentuk pemerintahan.
Di sisi lain, sebuah partai pimpinan kelompok Arab justru menyatakan dukungan ke kubu rivalnya, Gadi Eisenkot, meski Eisenkot sebelumnya menolak berkoalisi dengan dua partai Arab.
Pemilu 27 Oktober berakhir buntu: Likud pimpinan Netanyahu meraih 27 kursi terbanyak, tetapi koalisi religius-nasionalisnya hanya mengumpulkan 53 dari 120 kursi Knesset. Blok anti-Netanyahu empat partai pimpinan Eisenkot meraih 48 kursi, dan dua partai Arab memegang 19 kursi.
Presiden Isaac Herzog kini akan memanggil keduanya untuk menentukan siapa yang ditunjuk membentuk pemerintahan, dengan tenggat hingga 11 November.
“Siapa pun yang berpikiran jernih hanya perlu melihat tantangan keamanan dan diplomatik di hadapan kita, perubahan kawasan di sekitar kita, serta mengingat berbagai persoalan yang memecah belah kita dari dalam, untuk memahami bahwa tanggung jawab yang sangat besar kini berada di pundak kita,” ujar Herzog, yang mengimbau semua pihak menghindari pemilu ulang.