Beritagosip.com – Korban tewas Gaza akibat serangan Israel terus bertambah meski gencatan senjata sudah berlaku. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan jumlahnya kini menembus 74.640 jiwa sejak Oktober 2023.
Otoritas medis Palestina mencatat setidaknya 175.947 orang terluka. Rumah sakit di seluruh Jalur Gaza menerima sepuluh korban tewas dan 22 orang terluka dalam 48 jam terakhir.
Sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2026, jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan udara dan tembakan Israel mencapai 1.610. Korban luka bertambah menjadi 5.819, dan tim sudah menemukan 849 jenazah dari bawah reruntuhan.
“Ribuan korban masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh dan di jalan-jalan, sementara tim ambulans dan penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka,” demikian diberitakan.
Di sisi lain, Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan komitmen penuh mendukung UNRWA dan mendorong anggarannya tidak dipotong. Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikannya pada Jumat (6/11) malam, dikutip dari Anadolu.
“Bisa saya katakan kepada Anda sekalian bahwa sekretaris jenderal sepenuhnya berkomitmen untuk membela UNRWA dalam menjalankan peran fundamentalnya dalam mendukung pengungsi Palestina,” ujar Dujarric.
“Beliau sekali lagi menyerukan agar pekerjaan penting UNRWA didanai sepenuhnya,” imbuhnya.
Pernyataan itu menyusul pengungkapan UNRWA sehari sebelumnya soal tekanan anggaran yang belum pernah terjadi. “Kondisi operasional yang semakin ketat mengancam kemampuannya untuk mempertahankan layanan-layanan penting,” demikian pernyataan badan itu.
UNRWA kini menghadapi defisit arus kas US$80 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel menimbulkan tantangan hukum, administratif, dan praktis bagi kerja lembaga itu di wilayah Palestina.
Membesarnya korban tewas Gaza dan krisis pendanaan UNRWA menambah berat krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.