Beritagosip.com Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Board of Peace tidak wajibkan iuran keanggotaan bagi Indonesia. Hingga kini, Indonesia belum mengeluarkan dana apa pun kepada dewan tersebut.
Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia tetap sah menjadi anggota Board of Peace tanpa kontribusi finansial. Tawaran kontribusi senilai US$1 miliar tidak bersifat wajib maupun menjadi syarat utama keanggotaan.
Sejak awal, kata Sugiono, istilah iuran keanggotaan tidak pernah diberlakukan dalam Board of Peace. Indonesia telah resmi menjadi anggota sehingga tidak diwajibkan melakukan pembayaran.
Ia juga menegaskan Indonesia belum menyumbang dana rekonstruksi Gaza. Nilai kontribusi tersebut sebelumnya diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace.
Sugiono menekankan bahwa kontribusi untuk Gaza berada di luar skema keanggotaan US$1 miliar. Skema tersebut bersifat tambahan dan bergantung pada keputusan masing-masing negara anggota.
Sejumlah negara telah menyatakan komitmen kontribusi dana dengan total mencapai US$7 miliar. Negara tersebut meliputi Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.
Menurut Sugiono, pembahasan kontribusi tersebut berada di luar ketentuan dasar Board of Peace. Setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam mendukung stabilitas Gaza.
Indonesia memilih berkontribusi melalui pengerahan pasukan dalam International Stabilization Force. Keterlibatan ini bertujuan menjaga stabilitas sipil dan mendukung misi kemanusiaan.
Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata. Peran pasukan difokuskan pada perlindungan warga sipil dan stabilisasi lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, Board of Peace tidak wajibkan iuran bagi Indonesia. Kontribusi Indonesia diarahkan pada peran aktif tanpa beban finansial.