Beritagosip.com Tony Fernandes Presiden FAM menjadi wacana baru setelah pengusaha Malaysia tersebut mendapat dukungan untuk memimpin Asosiasi Sepak Bola Malaysia di tengah krisis kepemimpinan FAM.
Krisis kepemimpinan FAM muncul setelah skandal naturalisasi pemain Malaysia yang melibatkan pemalsuan dokumen tujuh pemain asing.
Presiden Paralympic Council of Malaysia (PCM), Megat D Shahriman Zaharudin, menyampaikan dukungan Tony Fernandes FAM sebagai langkah untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap organisasi tersebut.
Megat menilai figur dari sektor korporasi diperlukan untuk memperbaiki tata kelola sepak bola nasional. Ia menyebut pengalaman bisnis Fernandes dapat membantu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi organisasi tersebut.
Menurut Megat, pengalaman Tony Fernandes dalam merestrukturisasi perusahaan menjadi nilai penting. Keterlibatan Fernandes dalam dunia olahraga di Inggris juga dinilai memberi keuntungan bagi reformasi sepak bola Malaysia.
Megat mengatakan kombinasi portofolio Fernandes dan keterlibatannya dalam olahraga di Inggris Raya dapat memberi dampak positif bagi organisasi tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan individu yang memiliki kemampuan dan rekam prestasi jelas.
Pernyataan tersebut muncul setelah keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait skandal naturalisasi pemain Malaysia.
CAS menguatkan sanksi dari FIFA terhadap tujuh pemain asing yang menggunakan dokumen tidak sah dalam proses naturalisasi untuk memperkuat tim nasional Malaysia.
Ketujuh pemain tersebut menerima hukuman skorsing selama 12 bulan. Mereka adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, dan Facundo Garces.
Selain hukuman kepada pemain, federasi juga dikenai denda sebesar CHF350.000.
Kasus tersebut memperparah krisis kepemimpinan FAM dan memicu diskusi mengenai reformasi sepak bola Malaysia.
Megat menilai tokoh dari dunia korporasi memiliki pengalaman yang relevan untuk menghadapi persoalan struktural dan finansial dalam olahraga tersebut.
Ia menyebut pelaku bisnis terbiasa menghadapi proses pembelian perusahaan, penjualan perusahaan, serta restrukturisasi organisasi.
Pengalaman tersebut dianggap berguna dalam menangani utang dan menyusun kembali sistem manajemen organisasi olahraga.
Megat juga menyinggung proses peninjauan tata kelola FAM yang saat ini melibatkan Asian Football Confederation (AFC).
Menurutnya, proses tersebut membuka peluang untuk melakukan perubahan besar dalam administrasi sepak bola Malaysia.
Ia menilai momentum tersebut tepat untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam organisasi.
Meski mendukung reformasi sepak bola Malaysia, Megat menegaskan perubahan harus tetap menghormati kewenangan asosiasi regional.
Ia menyatakan proses reformasi perlu berjalan bersama dengan federasi dan pemangku kepentingan lain.
Megat menambahkan bahwa tujuan utama reformasi sepak bola Malaysia adalah memulihkan kepercayaan publik.
Ia juga menekankan bahwa penggemar sepak bola Malaysia berhak mendapatkan sistem pengelolaan yang lebih baik serta reputasi sepak bola nasional yang kembali kuat.