Beritagosip.com – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan kepada negara-negara di dunia agar tidak tunduk pada dominasi dua kekuatan besar, Amerika Serikat dan China.
Pernyataan tersebut disampaikan Emmanuel Macron saat melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada Jumat. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya menjaga kemandirian di tengah persaingan global.
Saat berbicara di Yonsei University, Seoul, Macron menyebut bahwa dunia tidak seharusnya berada di bawah bayang-bayang dua kekuatan hegemonik.
Ia menilai ketergantungan terhadap Amerika Serikat maupun China dapat menciptakan ketidakstabilan dan membatasi ruang gerak negara lain.
Macron kemudian mengajak berbagai negara untuk membentuk koalisi alternatif yang tidak berpihak secara mutlak kepada dua kekuatan tersebut. Ia menyebut konsep ini sebagai “jalan ketiga” dalam geopolitik global.
Beberapa negara yang dinilai memiliki kesamaan visi antara lain negara-negara Eropa, Kanada, Jepang, India, Brasil, dan Australia. Menurut Macron, kolaborasi ini dapat menciptakan keseimbangan baru di dunia internasional.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti peran negara-negara besar yang dinilai mulai mengancam tatanan global. Dalam pandangannya, tanggung jawab besar yang dimiliki justru berpotensi disalahgunakan.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan antara Emmanuel Macron dan Presiden AS, Donald Trump. Perselisihan keduanya mencakup isu konflik di Timur Tengah serta peran aliansi militer seperti NATO.
Ketegangan semakin terlihat setelah Prancis menolak memberikan dukungan terhadap operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran.
Prancis bahkan dilaporkan tidak mengizinkan penggunaan pangkalan udaranya untuk kepentingan militer AS di kawasan tersebut.
Macron menegaskan bahwa solusi militer bukanlah jalan utama untuk menyelesaikan konflik. Ia menilai pendekatan diplomasi lebih efektif dalam meredakan ketegangan.
Selain itu, Prancis juga disebut berada dalam posisi yang sejalan dengan Rusia dan China dalam menolak resolusi Dewan Keamanan PBB terkait operasi militer di Selat Hormuz.
Pernyataan ini memperlihatkan upaya Prancis untuk memainkan peran yang lebih independen dalam dinamika geopolitik global, sekaligus mendorong terbentuknya keseimbangan baru di antara kekuatan dunia.