Beritagosip.com – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri rapat paripurna DPR pada Rabu (20/5). Dalam agenda tersebut, Prabowo akan menyampaikan pidato terkait kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal.
Rapat paripurna DPR direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB. Presiden dijadwalkan berbicara selama kurang lebih 45 menit di hadapan anggota parlemen.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengatakan Prabowo akan langsung memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF).
“Rencananya seperti itu ya. Jadi untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan disampaikan langsung oleh presiden,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Secara terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pidato Prabowo nantinya akan memuat sejumlah pesan penting, terutama terkait program unggulan pemerintah.
“Itu ada pesan-pesan penting yang di KEM PPKF, di mana di KEM PPKF itu ada program-program unggulan Presiden, jadi harus dia yang ngomong, bukan saya,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta Pusat.
Purbaya juga menilai langkah Prabowo hadir langsung ke DPR untuk menyampaikan KEM PPKF menjadi momen pertama dalam sejarah pemerintahan Indonesia.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dasco, presiden-presiden sebelumnya biasanya diwakili oleh para menteri ketika menyampaikan materi tersebut dalam rapat paripurna DPR.
Ia menjelaskan tidak ada aturan yang mewajibkan presiden hadir langsung dalam sidang paripurna. Namun, tidak ada pula larangan bagi kepala negara untuk menyampaikan pidato secara langsung di hadapan DPR.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan kehadiran Prabowo dalam rapat tersebut bertujuan menyatukan pandangan seluruh elemen bangsa, khususnya dalam menjaga kondisi ekonomi nasional.
Menurut Prasetyo, momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.
“Tanggal 20 [Mei] Hari Kebangkitan Nasional, jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” ujar Prasetyo melalui pesan singkat.