Beritagosip.com – Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah capaian penting dari kunjungan kenegaraannya ke Prancis pekan lalu. Pemerintah menyebut lawatan tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan, energi, pendidikan, serta investasi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, menjelaskan bahwa kunjungan Prabowo ke Prancis sejak awal dirancang untuk mempererat kemitraan strategis kedua negara sekaligus menghasilkan kerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Menurut Qodari, kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai, termasuk penguatan sektor pertahanan, pengembangan pendidikan berbasis STEM, pemanfaatan mineral kritis, serta percepatan transfer teknologi.
“Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut,” ujar Qodari.
Selain sektor pertahanan, Indonesia juga mendorong kerja sama pendidikan di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) agar pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan seiring dengan transfer teknologi.
Dari kunjungan tersebut, Indonesia dan Prancis berhasil menghasilkan sejumlah kesepakatan baru dengan nilai mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp61,25 triliun.
1. KADIN dan MEDEF International Bentuk Forum Bisnis Strategis
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC).
Forum ini akan menjadi sarana dialog tingkat tinggi bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral.
Melalui FI-HLBC, Indonesia dan Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 dari posisi saat ini yang mencapai US$2,6 miliar.
2. Pertamina Gandeng Schlumberger untuk Teknologi Energi
PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB atau PT Schlumberger Geophysics Nusantara dalam pengembangan teknologi migas dan energi bersih.
Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pengurangan emisi karbon melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.
3. Pertamina dan TotalEnergies Perluas Kerja Sama Energi
Pertamina juga menjalin kesepakatan dengan perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies.
Kerja sama ini meliputi sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, serta berbagai proyek rendah karbon.
Kedua perusahaan turut menjajaki pengembangan kilang hijau, proyek energi terbarukan, CCS/CCUS, dan sejumlah proyek energi masa depan lainnya.
4. Danantara dan Thales Kembangkan Industri Pertahanan Nasional
Sektor pertahanan menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan Prabowo ke Prancis.
Melalui PT Len Industri, Danantara memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales, untuk melanjutkan proyek pengembangan industri pertahanan.
Kerja sama tersebut mencakup pembangunan pabrik radar buatan Indonesia, pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta pelatihan teknologi radar.
Proyek ini juga menjadi bagian dari agenda transfer teknologi yang selama ini menjadi prioritas pemerintah dalam kerja sama pertahanan dengan Prancis.
Prabowo kembali ke Indonesia pada Sabtu (30/5) setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraannya. Lawatan tersebut menjadi kunjungan ketiganya ke Prancis sepanjang tahun ini. Prabowo bahkan menyebut hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah kerja sama kedua negara.