Beritagosip.com Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menilai timnya menjadi peserta yang paling tertindas sepanjang sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pernyataan itu disampaikan setelah Iran bermain imbang melawan Selandia Baru pada Senin (15/6) atau Selasa (16/6) WIB. Usai pertandingan, skuad Iran disebut langsung diminta meninggalkan stadion dan kembali ke Meksiko tanpa diberi kesempatan menginap sesuai rencana awal.
Menurut Ghalenoei, berbagai keputusan yang diterapkan kepada Timnas Iran sulit dipahami dan menimbulkan banyak pertanyaan.
“Kami tidak tahu mengapa mereka memaksa pulang kami. Saya rasa ini sangat aneh. Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami, keputusan dibuat di tempat lain,” ujar Ghalenoei.
Ia mengungkapkan bahwa Iran sebelumnya dijadwalkan tiba dua hari sebelum pertandingan berlangsung. Namun, rencana tersebut tidak mendapat izin dari pihak terkait.
“Kami seharusnya tiba dua malam sebelum laga, tetapi tidak diizinkan. Kami seharusnya menginap malam ini dan kembali besok siang, tetapi saya tidak tahu alasannya,” katanya.
Amir Ghalenoei Sebut Iran Tim Paling Tertindas
Ghalenoei tanpa ragu menyebut Timnas Iran sebagai tim yang menerima perlakuan paling tidak menguntungkan selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Menurutnya, berbagai keterbatasan yang dialami membuat persiapan dan operasional tim menjadi jauh lebih sulit dibanding peserta lainnya.
“Tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia. Federasi tidak hadir di sini. Media kami tidak ada di sini. Tim manajemen kami, banyak dari mereka juga tidak ada di sini,” ucapnya.
Ia juga menyoroti minimnya personel pendukung yang dapat mendampingi tim selama turnamen berlangsung.
“Dulu kami memiliki sebagian tim pelatih untuk membantu pergantian pemain, tetapi sekarang kami tidak memilikinya. Banyak orang di bidang teknis harus menangani hal itu,” lanjut Ghalenoei.
Masalah Visa Hantam Kontingen Iran
Kesulitan yang dihadapi Timnas Iran tidak hanya berkaitan dengan jadwal perjalanan dan akomodasi.
Sebanyak 11 anggota kontingen Iran dilaporkan gagal memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat. Salah satu nama yang tidak mendapatkan izin masuk adalah Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pejabat penting dan staf pendukung tidak dapat mendampingi tim secara langsung selama kompetisi berlangsung.
Mehdi Taremi Sebut Iran Sedang Mengalami Bencana
Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang sedang dihadapi timnya di Piala Dunia 2026.
Menurut Taremi, berbagai kendala yang muncul membuat Iran berada dalam kondisi yang sangat sulit selama turnamen berlangsung.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mendatangi ruang ganti Timnas Iran setelah pertandingan.
Dalam pertemuan tersebut, Infantino disebut berjanji akan berupaya membantu menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi Iran menjelang dua laga fase grup berikutnya.
“Kami tidak memiliki Presiden, dan tidak ada seorang pun dari staf, yang sangat penting bagi kami. Manajer kami, misalnya, datang ke sini melakukan pekerjaan media,” kata Taremi.
Situasi yang dialami Timnas Iran menjadi salah satu sorotan utama di Piala Dunia 2026. Berbagai kendala administratif dan operasional yang menimpa skuad asuhan Amir Ghalenoei memunculkan perdebatan mengenai perlakuan yang diterima peserta turnamen selama ajang berlangsung.