Beritagosip.com – Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps secara terbuka mempertanyakan kualitas wasit asal El Salvador, Ivan Barton, yang ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026. Deschamps kritik wasit Ivan Barton menjadi sorotan utama setelah pertandingan berakhir dengan kekalahan Prancis 0-2 dari Spanyol.
Persoalan utama yang dikritik Deschamps adalah keputusan wasit dalam memberikan penalti pada menit ke-20 yang dinilai tidak jelas. Insiden tersebut melibatkan bek Prancis Lucas Digne yang dianggap melakukan pelanggaran pada Lamine Yamal saat berupaya menyapu bola di area terlarang.
Menyikapi keputusan tersebut, Deschamps menyatakan bahwa wasit semifinal Piala Dunia 2026 seharusnya memiliki standar kompetensi yang jauh lebih tinggi mengingat pentingnya pertandingan. Pelatih Prancis secara halus menyangsikan apakah Ivan Barton memenuhi kualifikasi yang diperlukan untuk menangani pertandingan dengan tingkat urgensi sedemikian tinggi.
Dalam wawancara pasca laga, Deschamps tidak ingin terdengar seperti membuat alasan, namun ia dengan tegas menyampaikan bahwa ada serangkaian penalti kontroversial Prancis Spanyol yang patut mendapat evaluasi serius dari otoritas FIFA. Keputusan wasit yang menguntungkan Spanyol ini menjadi bagian integral dari diskusi tentang keberpihakan dalam pertandingan.
Deschamps mengungkapkan bahwa di barisan cadangan wasit keempat dan kelima yang tersedia, terdapat arbiter dengan kualitas komparabel yang mungkin dapat mengeksekusi tugas dengan lebih objektif. Pernyataan ini secara implisit mengkritik seleksi wasit yang dilakukan oleh FIFA untuk pertandingan semifinal bergengsi tersebut.
Pelatih yang pernah membawa Prancis menjadi juara dunia tahun 2018 itu menekankan bahwa kompetensi wasit Piala Dunia adalah faktor krusial yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam penentuan kualitas pertandingan internasional. Profesionalisme dalam pengambilan keputusan harus menjadi standar minimal yang tidak dapat dikompromikan.
Mengenai keputusan wasit controversi lainnya, Deschamps menyatakan bahwa bukan hanya penalti yang menjadi isu, melainkan kombinasi dari berbagai situasi yang secara kolektif menciptakan kesan ketidakadilan. Ia mengundang publik dan media untuk mengevaluasi performa wasit secara objektif tanpa bias.