Beritagosip.com – Wilayah administratif Sarawak yang terletak di Malaysia Timur telah mencatat peningkatan jumlah titik api selama periode awal hingga pertengahan Agustus. Badan pengelola sumber daya dan lingkungan setempat melaporkan tercatat sebanyak 148 lokasi panas dalam rentang waktu 1 hingga 19 Agustus.
Lembaga sumber daya alam dan lingkungan Sarawak memberikan peringatan bahwa angka titik api tersebut berpotensi terus bertambah mengingat kondisi cuaca yang tetap sangat kering di wilayah ini. Situasi ini dapat mengakibatkan beberapa zona di Sarawak akan dikepung oleh kabut asap yang tebal dalam beberapa hari mendatang.
Berdasarkan laporan yang disampaikan badan lingkungan Sarawak, pusat meteorologi khusus Asia Tenggara telah mengidentifikasi kehadiran kabut asap dengan intensitas medium hingga sangat pekat yang terbentang di Kalimantan Barat, Indonesia. Lapisan asap ini kemudian dibawa angin menuju bagian barat Sarawak.
Seiring dengan fenomena ini, badan lingkungan Sarawak melaporkan bahwa mutu udara di seluruh wilayah administratif terus mengalami penurunan sejak permulaan bulan Agustus. Pada pagi hari Kamis (20/8), sebanyak sembilan lokasi di Sarawak mencatat indeks kualitas udara yang masuk dalam kategori tidak aman untuk kesehatan.
Daerah-daerah yang terpengaruh mencakup Kuching, Samarahan, Serian, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Lundu, Tebedu, dan Lubok Antu. Semua wilayah tersebut mencatat nilai indeks antara 101 hingga mendekati 200.
Pencatatan tertinggi terjadi di dua lokasi yaitu Serian dan Lubok Antu dengan nilai 185, diikuti Kuching sebesar 180, dan Lundu dengan angka 175.
Sistem klasifikasi indeks kualitas udara mengkategorikan: angka 0-50 sebagai kondisi baik, 51-100 sebagai sedang, 101-200 sebagai tidak aman, 201-300 sebagai sangat tidak aman, dan nilai di atas 300 dikategorikan sebagai kondisi berbahaya bagi kesehatan.
Protokol Penutupan Sekolah
Badan lingkungan mencatat bahwa sesuai dengan rencana aksi kabut asap tingkat nasional, institusi pendidikan termasuk sekolah dasar, taman bermain anak-anak, dan pusat pengasuhan anak harus ditutup pada saat indeks kualitas udara mencapai angka 200. Ketentuan ini sejalan dengan arahan yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan setempat.
Kondisi kabut asap yang terjadi saat ini di Sarawak dipengaruhi oleh pola angin Monsun dari kuadran barat daya, yang dimulai pada tanggal 14 Mei dan diproyeksikan akan berlanjut sampai akhir September. Sistem angin ini membawa partikel asap dari aktivitas pembakaran biomassa di luar Sarawak masuk ke dalam wilayah administratif tersebut.
Penduduk Sarawak, terutama mereka yang termasuk dalam kategori rentan seperti lansia dan anak-anak, diminta untuk menjaga asupan cairan tubuh, mengurangi waktu di luar rumah, dan menggunakan perlindungan wajah ketika harus berada di area terbuka.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran apapun yang dapat memperhebat kondisi polusi udara. Mereka yang melakukan kegiatan bakar-bakar dapat dihadapkan pada konsekuensi hukum berupa pembayaran denda hingga RM100.000, hukuman kurungan selama lima tahun, atau kombinasi dari keduanya.