Beritagosip.com – Dua negara besar Asia akan menyelenggarakan serangkaian pertemuan resmi yang melibatkan pejabat tingkat menteri untuk membahas berbagai aspek hubungan bilateral mereka. Indonesia dan China telah merencanakan penyelenggaraan forum dialog strategis yang komprehensif serta forum 2+2 yang menghadirkan menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari kedua belah pihak.
Pejabat senior dari departemen hubungan internasional Indonesia memberikan penjelasan mengenai rencana pertemuan ini. Beliau mengungkapkan bahwa ini merupakan pertama kalinya Indonesia menyelenggarakan forum dialog strategis komprehensif dengan mitra negara lain, dan pasangannya adalah China.
Forum dialog strategis komprehensif merupakan mekanisme dialog tingkat tinggi yang dirancang untuk negara-negara yang memiliki hubungan kemitraan yang mendalam. Forum ini mencakup lima pilar utama yaitu aspek politik, ekonomi, hubungan antar masyarakat, maritim, serta keamanan. Namun, kedua negara telah bersepakat untuk memberikan penekanan khusus pada pilar ekonomi dalam forum dialog kali ini.
Dalam kerangka pembicaraan ini, kedua negara akan membahas tentang penguatan komitmen bersama terkait peningkatan berkelanjutan dalam investasi dan pertukaran perdagangan bilateral. Diskusi juga akan mencakup perluasan investasi China di Indonesia serta dukungan terhadap sektor-sektor yang menjadi prioritas bagi pemerintah Indonesia.
Dalam penyelenggaraan forum dialog strategis, menteri hubungan internasional China akan didampingi oleh pejabat dengan latar belakang spesialisasi ekonomi pada tingkat wakil menteri. Indonesia juga telah menyiapkan wakil menteri bidang ekonomi untuk turut berpartisipasi dalam pembahasan substantif.
Setelah penyelenggaraan forum dialog strategis, kedua negara akan melanjutkan dengan penyelenggaraan forum 2+2 yang menghadirkan menteri hubungan internasional dan menteri pertahanan kedua negara. Menurut penjelasan pejabat senior Indonesia, forum ini akan memfokuskan pembahasan pada isu-isu yang berkaitan dengan aspek politik, pertahanan, serta keamanan regional.
Koordinator dari pihak Indonesia menjelaskan bahwa negara telah berupaya untuk mengatur jadwal pertemuan tersebut agar dapat berlangsung dengan efisien. Strategi ini dilakukan dengan mengatur kehadiran keempat menteri dalam jangka waktu yang berdekatan, sehingga dapat menyelenggarakan dialog dalam satu kesempatan terpadu.
Beliau mengakui bahwa mengkoordinasikan kehadiran keempat menteri ini merupakan tantangan yang cukup sulit. Namun, Indonesia berusaha untuk mencapai efisiensi dengan mengadakan kedua forum secara berurutan tanpa perlu memisahkan pertemuan.