Beritagosip.com – Perang siber Malaysia menjadi kekhawatiran nyata. Perdana Menteri Anwar Ibrahim memperingatkan negaranya kini menjadi salah satu sasaran serangan siber, salah satunya karena sikap keras Kuala Lumpur soal Palestina.
Di rapat parlemen Dewan Rakyat, Selasa (3/11), Anwar menyebut posisi Malaysia menentang agresi Israel di Gaza ikut menempatkan negaranya di bidik serangan, walau ia tak bisa mengungkap semua detail ancaman ke publik.
“Saya yakin ini sangat penting, mengingat informasi yang diterima kemarin sore dan pagi ini dari menteri dalam negeri. Kita tak boleh menganggap enteng hal ini,” kata Anwar, dikutip The Edge Malaysia.
Intel Israel di Negara Tetangga
Anwar menyebut kemampuan digital dan pusat data Malaysia kini terkuat di kawasan hingga menyaingi Eropa — faktor lain yang membuatnya menarik sebagai target perang siber Malaysia.
Ia juga menyinggung aktivitas intelijen asing, termasuk Israel, di Phuket dan Thailand selatan.
“Badan intelijen kami memandang hal-hal tersebut sebagai potensi ancaman bagi negara,” kata Anwar seperti dikutip Reuters.
“Ancaman juga mencakup sejumlah badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga serta permukiman Israel di Phuket dan Thailand selatan, yang kemudian dipandang oleh badan intelijen kita sebagai potensi ancaman bagi negara,”paparnya lagi seperti dikutip The Straits Times.
Anwar mengusulkan pengarahan tertutup Dewan Keamanan Nasional untuk parlemen, plus rapat seluruh departemen dan sesi khusus Bank Negara dengan lembaga keuangan, demi melindungi sektor energi, transportasi, keuangan, dan pangan.
“Jangan berasumsi ancaman-ancaman ini jauh dari kita. Apa yang telah terjadi di Eropa, Amerika, dan Jepang telah mengguncang negara-negara tersebut,” kata Anwar — merujuk serangan yang menutup portal pajak Belgia, kebocoran data 9 juta penduduk Denmark, gangguan 41 jam sistem pemilu AS, dan bocornya data 100.000 polisi Jepang.