Beritagosip.com – Begomovirus sedang jadi sorotan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) karena mengancam produktivitas sayuran.
Dalam webinar yang digelar lembaga itu, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN Puji Lestari menegaskan sayuran berperan penting menopang ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Begomovirus adalah kelompok virus tanaman dari famili Geminiviridae dengan sedikitnya 466 spesies, yang terutama menyerang komoditas cabai dan tomat. Penyebarannya dibantu kutu kebul (Bemisia tabaci) sebagai vektor, menimbulkan gejala daun menguning, mosaik, dan keriting, serta menghambat pertumbuhan.
Kerugian Global yang Besar
Spesies penyerang tomat, Tomato yellow leaf curl virus (TYLCV) dan Tomato yellow mosaic virus (ToYMV), pertama diidentifikasi pada 1980-an dan dilaporkan merugikan budidaya di berbagai negara.
Virus ini menyebar luas dari Amerika Tengah, Trinidad, Dominika, dan Meksiko hingga seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia. Petani diperkirakan kehilangan hasil panen 50-60 persen; di Asia Tenggara dan Asia Selatan kerugiannya mencapai 40-70 persen pada cabai, tomat, mentimun, labu, melon, dan terong.
Menurut Puji, pengendalian Begomovirus perlu pendekatan terpadu: deteksi dini, pemantauan populasi serangga vektor, pemilihan benih, hingga sanitasi lahan.