Beritagosip.com – Intelijen militer Jepang menuai kontroversi. Sebuah unit dari Pasukan Bela Diri Darat (GSDF) diduga diam-diam mengumpulkan informasi pribadi sensitif sejumlah warga di dalam negeri.
Kyodo News melaporkan data yang dihimpun mencakup keyakinan agama, pandangan politik, hingga orientasi seksual — berpotensi melanggar undang-undang privasi.
Unit di Camp Asaka, Tokyo, itu disebut mengumpulkan data secara sistematis tanpa mengungkap identitas maupun afiliasi militer anggotanya. Hasilnya disusun dalam laporan 41 kategori: ciri fisik, alamat, nomor telepon, pekerjaan, hingga kondisi keuangan. Alasannya: menilai keyakinan individu yang berpotensi jadi sumber intelijen.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi tak mengakui langsung saat ditanya. “Kami belum mengonfirmasi adanya aktivitas yang tidak pantas,” katanya.
Unit Warisan Misi Irak
Unit ini awalnya dibentuk setelah GSDF kesulitan memperoleh informasi keamanan saat bertugas di Irak pada 2003-2009. Kini berkekuatan sekitar 50 personel pimpinan seorang letnan kolonel, ditempatkan di Afrika dan Asia Tenggara, serta menghubungi pemilik restoran dan peneliti di Jepang.
Undang-undang perlindungan informasi pribadi Jepang melarang lembaga memperoleh data lewat penipuan atau cara tidak sah. Dokumen juga disimpan kelompok “pengendalian sumber” tanpa perlakuan sebagai catatan resmi — berpotensi melanggar UU pengelolaan arsip publik. Belum diketahui seberapa luas laporan intelijen militer Jepang ini dibagikan ke unit lain.