Beritagosip.com – Gunung Semeru erupsi enam kali pada Kamis (5/11), memuntahkan abu vulkanik tebal dan awan panas guguran yang memicu kepanikan warga serta penambang pasir di lerengnya.
Rekaman amatir memperlihatkan pekerja tambang dan sopir truk berlarian saat kolom abu raksasa membumbung di atas mereka. Setidaknya tujuh truk, satu alat berat, dan sejumlah motor berhamburan meninggalkan lokasi.
“Erupsine gede. He, ayo munggah! Ayo! Erupsine lho gede. Iku lho. Gede kok. Loh, gede rek. Gede rek, gede. Mbalik ae, mbalik ae, mbalik, mbalik!,” teriak perekam video.
Warga pemukiman juga saling memperingatkan. “Erupsi lur, ati-ati wes sing ndek ngisor iki. Ati-ati lur sing ndek ngisor lur. Erupsi. Ndang mentas wes sing teko aliran Semeru, ndang mentas, ndang mentas wes. Ndang mentas lur. Ndang mentas lur,” ucap warga.
Awan Panas ke Besuk Kobokan
Ketua Tim Pusdalops BPBD Jatim Muhammad Amrul menyebut tiga awan panas guguran teramati hingga siang.
“Per jam 12.00 WIB, teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 3000-4500 m dari puncak, mengarah ke tenggara. Jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan,” kata Amrul, seraya menambahkan belum ada laporan kerusakan.
“Untuk saat ini belum ada kerusakan mengenai dampak yang ditimbulkan,” ucapnya.
Petugas Pos Pengamatan Sigit Rian Alfian mencatat erupsi terbesar pukul 09.24 WIB.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 5 November 2026 pukul 09:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak 4.376 m di atas permukaan laut,” kata Sigit.
Amplitudo maksimumnya 31 mm dengan durasi 7 menit 27 detik. Erupsi lain terjadi pukul 08.43, 06.33, 05.37, dan 03.33 WIB.
Status Gunung Semeru tetap Level III Siaga. PVMBG melarang aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dan mewajibkan radius 5 km dari kawah dikosongkan.
“Kami imbau untuk warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Semeru terutama daerah jalur luncuran Awan Panas di sektor tenggara Besuk Kobokan untuk meningkatkan kewaspadaannya dan selalu siaga karena potensi awan panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi,” ucapnya.