Beritagosip.com – Kamp proyek Tambrauw di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, diserang orang tak dikenal pada Rabu (4/11). Kapolres memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kapolres Tambrauw AKBP Eddwar Martua Pandjaitan membantah kabar di media sosial yang mengklaim ada pembunuhan anggota TNI, Polri, maupun masyarakat.
“Saya selaku Kapolres Tambrauw mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, khususnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Eddwar, Sabtu (7/11), dikutip dari Antara.
Berdasarkan pengecekan di lapangan, kejadian itu berupa pembakaran camp kerja serta perusakan kendaraan pekerja, termasuk mobil dan sepeda motor. Fasilitas yang terbakar meliputi camp pekerja, mobil Hilux, truk, dan alat berat ekskavator.
Eddwar juga menanggapi ancaman pengusiran terhadap masyarakat bukan orang asli Papua serta larangan pembangunan di Tambrauw. Menurutnya, semua warga punya hak sama atas rasa aman dan perlindungan hukum tanpa membedakan latar belakang.
“Tidak boleh ada masyarakat yang merasa terancam, takut, ataupun kehilangan haknya untuk hidup secara damai hanya karena perbedaan latar belakang. Tambrauw adalah rumah kita bersama,” tegasnya.
Polres meningkatkan pengamanan dan patroli gabungan bersama TNI di Distrik Fef, Distrik Bamusbama, dan sekitarnya, baik terbuka maupun tertutup. Polisi memburu pelaku yang diduga berasal dari kelompok OPM wilayah Tambrauw.
“Dalam upaya penanganan insiden tersebut, kepolisian bersama personel gabungan TNI melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta pemantauan situasi keamanan di sekitar camp perusahaan di Jembatan Imor Lama, Distrik Fef,” jelasnya.
Petugas menemukan korban terakhir yang dilaporkan hilang, Naharudin (41), dalam keadaan selamat dan sudah mengevakuasinya. Total tujuh pekerja proyek yang terdampak insiden itu kini sudah terevakuasi.
Warga diimbau menjalankan aktivitas seperti biasa, tetap waspada, dan melapor bila melihat aktivitas mencurigakan. Insiden kamp proyek Tambrauw ini terjadi di Kampung Sikor dengan sasaran para pekerja pembangunan jalan.